Suhardiman
Senin, 06 Juli 2026 | 11:05 WIB
Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "SDM Unggul Menuju Destinasi Wisata Berkelanjutan Kawasan Danau Toba". [ist]
Baca 10 detik
  • BPODT dan KMDT menggelar diskusi di Kantor BPODT Sibisa untuk membahas pengembangan kualitas SDM pariwisata berkelanjutan.
  • Penguatan kompetensi SDM lokal dilakukan agar masyarakat mampu meningkatkan daya saing serta melestarikan budaya dan lingkungan.
  • Kolaborasi pemerintah dan pemangku kepentingan diperlukan untuk menciptakan tenaga kerja pariwisata profesional bagi kemajuan kawasan Danau Toba.

SuaraSumut.id - Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) bersama Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "SDM Unggul Menuju Destinasi Wisata Berkelanjutan Kawasan Danau Toba" secara hybrid.

Kegiatan ini menjadi wadah diskusi antara pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi utama pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kawasan Danau Toba.

FGD yang dilakukan di Kantor BPODT Sibisa, Ajibata, ini menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas SDM lokal agar mampu menjawab tantangan industri pariwisata yang terus berkembang.

Selain meningkatkan daya saing destinasi, penguatan kompetensi masyarakat juga dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kelestarian lingkungan, budaya, dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Plt. Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata RI, Reza Fahlevi, mengatakan bahwa pembangunan destinasi wisata tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus diimbangi dengan pembangunan kualitas manusia yang mengelolanya.

"Pariwisata tidak dapat berkembang secara mandiri. Kemajuan sektor pariwisata memerlukan kolaborasi dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan, baik di tingkat daerah maupun pusat. Oleh karena itu, Forum Group Discussion (FGD) ini menjadi sangat strategis sebagai wadah untuk berbagi informasi, bertukar gagasan, serta mendiskusikan berbagai isu dan tantangan yang dihadapi kawasan Danau Toba," katanya.

"Dalam upaya mencari solusi yang tepat dan berkelanjutan, kami dari pemerintah sangat membutuhkan dukungan, masukan, serta partisipasi aktif dari Bapak/Ibu sekalian dan seluruh masyarakat," sambungnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Utama BPODT, Arditama Nusantara Putra, menegaskan bahwa penguatan SDM merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari strategi pengembangan kawasan pariwisata.

"BPODT meyakini bahwa keberhasilan pengembangan Danau Toba sebagai destinasi wisata berkelanjutan sangat bergantung pada kualitas manusianya. Melalui forum diskusi ini, kami ingin membangun kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, dunia pendidikan, komunitas, dan pelaku usaha agar tercipta SDM pariwisata yang profesional, berdaya saing, sekaligus mampu menjadi penjaga nilai-nilai budaya dan kelestarian alam Danau Toba," ujar Arditama.

Ketua Umum KMDT Edison Manurung, mengharapkan forum diskusi tersebut menghasilkan berbagai rekomendasi strategis yang dapat menjadi acuan dalam penyusunan program peningkatan kapasitas SDM pariwisata di Kawasan Danau Toba.

Melalui FGD ini, BPODT dan KMDT berharap tercipta sinergi lintas sektor dalam mendukung pembangunan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan. Kolaborasi yang kuat diyakini akan mempercepat terwujudnya Danau Toba sebagai destinasi unggulan Indonesia yang tidak hanya menarik bagi wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat lokal melalui peningkatan kualitas SDM.

Load More