- Satresnarkoba Polrestabes Medan menyita 128 vape narkoba dari seorang pria berinisial MG di sebuah hotel, Senin 6 Juli 2026.
- Pelaku mendapatkan barang terlarang dari teman kuliahnya yang diduga bagian dari jaringan narkoba internasional asal negara Malaysia.
- Modus peredaran dilakukan dengan mengemas vape menyerupai produk elektronik legal guna mengelabui petugas di wilayah Sumatera Utara tersebut.
SuaraSumut.id - Tak ada yang mencurigakan dari salah satu kamar hotel di kawasan Jalan Sei Batang Hari, Kota Medan. Seperti kamar lainnya, tempat itu tampak tenang. Namin, di balik suasana sunyi, tersimpan ratusan vape narkoba.
Saat Satresnarkoba Polrestabes Medan menggerebek kamar tersebut, petugas menemukan 128 vape narkoba yang disembunyikan di bawah bantal tempat seorang pria berinisial MG (30) menginap.
Penemuan itu bukan hanya menggagalkan rencana peredaran narkoba, tetapi juga membuka dugaan adanya jaringan internasional yang masih terus diburu.
"Tim mengamankan 128 vape narkoba atau yang biasa dikenal dengan pod getar dan dua unit handphone. Barang bukti ditemukan di bawah bantal kamar hotel tempat pelaku menginap," kata Kasatresnarkoba Polrestabes Medan AKBP Rafli Yusuf Nugraha, Senin, 6 Juli 2026.
Rafli mengatakan, saat diamankan pelaku diketahui sedang menunggu arahan dari pengendali diduga berada di Malaysia.
Dari pemeriksaan sementara, MG mengaku memperoleh vape narkoba tersebut dari seorang teman lamanya semasa kuliah di Medan.
Polisi menduga peran teman kuliah tersebut hanya bagian dari jaringan yang lebih besar, dengan pengendali utama berada di Malaysia.
Menurut Rafli, pasokan narkoba diduga masuk ke Indonesia melalui wilayah Tanjung Balai sebelum diedarkan di Sumatera Utara.
Untuk mengelabui petugas, vape tersebut dikemas menyerupai produk biasa tanpa merek dagang.
Baca Juga: Pemkot Medan dan Pemkab Deli Serdang Dilaporkan ke Ombudsman Sumut, Ini Perkaranya
"Seluruh kemasan dibungkus warna hitam dan hanya ditempeli stiker hologram bertuliskan QC, sehingga sekilas tampak seperti produk elektronik legal," jelasnya.
Saat ini, pihaknay masih melakukan pengembangan guna memburu teman kuliah pelaku, sekaligus mengejar pengendali jaringan yang diduga beroperasi dari Malaysia.
Kontributor : M. Aribowo
Berita Terkait
-
Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA
-
Pramono Dukung Penuh BNN Sikat Bandar Narkoba di Kampung Bahari: Kami Support Sepenuhnya
-
BMW hingga Senjata Api Disita dari Markas Narkoba Bos Gendut di Kampung Bahari
-
Satu Polisi Terluka Diserang Loyalis Bos Gendut saat Gerebek Narkoba di Kampung Bahari
-
Siapa Bos Gendut? Gembong Narkoba Kampung Bahari Tertangkap BNN
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Selundupkan Sabu Pakai Pesawat Militer, Mayor Faisal Divonis 10 Tahun Bui dan Dipecat
-
Kadis Perpustakaan Medan Benny Sinomba Mutasi ke Pemprov Sumut
-
BNPB Minta Warga Flores Jangan Panik Hadapi Gempa Susulan: Tetap Tenang
-
170 Rumah Rusak Akibat Cuaca Ekstrem di Medan
-
BRI KKB National Expo Hadir di 131 Lokasi, Sukses Torehkan Rekor MURI