Suhardiman
Senin, 13 Juli 2026 | 17:24 WIB
Suasana antrean kendaraan motor di SPBU di Medan. [Suara.com/M.Aribowo]
Baca 10 detik
  • Kelangkaan BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Biosolar terjadi di sejumlah SPBU Kota Medan sejak Senin, 13 Juli 2026.
  • Warga kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi dan terpaksa mengantre panjang atau beralih membeli BBM nonsubsidi untuk beraktivitas.
  • Pertamina menambah 15 mobil tangki dan 30 awak untuk mempercepat distribusi BBM akibat tingginya permintaan saat libur sekolah.

"Monitoring terhadap kondisi stok dan penyaluran di seluruh Fuel Terminal serta SPBU terus dilakukan secara intensif agar distribusi berjalan optimal," ujar Fahrougi.

Ia menjelaskan, dalam beberapa hari terakhir distribusi BBM di sejumlah wilayah Sumatera Utara mengalami penyesuaian operasional armada distribusi.

Sebagai langkah antisipasi, Pertamina menambah 15 unit mobil tangki (MT) bantuan untuk meningkatkan kapasitas distribusi ke berbagai daerah.

Selain penambahan armada, Pertamina juga memperkuat operasional dengan menambah 30 Awak Mobil Tangki (AMT) bantuan.

Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat proses pengiriman BBM dari Fuel Terminal Medan menuju SPBU di berbagai wilayah Sumut.

Menurut Fahrougi, optimalisasi distribusi ini juga menjadi bagian dari upaya percepatan penyaluran menyusul tingginya kebutuhan BBM masyarakat selama periode libur sekolah dalam beberapa waktu terakhir.

"Pertamina terus melakukan penyesuaian pola penyaluran dan memprioritaskan pengiriman ke SPBU yang membutuhkan pasokan agar layanan kepada masyarakat tetap terjaga," katanya.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan, sehingga distribusi dapat berlangsung lebih merata dan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.

Kontributor : M. Aribowo

Load More