- Oknum guru ASN berinisial A di Tanjungbalai membantah membawa siswa SD untuk dilecehkan suaminya.
- Dinas Pendidikan Tanjungbalai telah menerima laporan kepala sekolah sejak akhir Juni 2026 dan meminta keterangan pihak terkait.
- Dinas Pendidikan melimpahkan penanganan kasus ini kepada BKPSDM dan Inspektorat Kota Tanjungbalai untuk proses lebih lanjut.
SuaraSumut.id - Oknum guru ASN di Tanjung Balai berinisial A membantah tudingan dirinya membawa siswa SD untuk dilecehkan suaminya berinisial D (37).
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjung Balai, Bukhori Ginting Suka, setelah meminta keterangan terhadap oknum guru tersebut terkait kasus pelecehan seksual yang viral tersebut.
"Ketika kami klarifikasi kepada guru yang bersangkutan, guru kita tidak mengakui hal tersebut," katanya, Jumat 24 Juli 2026.
Bukhori mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari kepala sekolah pada akhir Juni 2026 dan langsung menindaklanjuti dengan melakukan klarifikasi terhadap seluruh pihak terkait.
"Permasalahan ini pada akhir Juni telah disampaikan oleh kepala sekolah kepada kami melalui surat. Kemudian kami langsung memanggil kepala sekolah untuk dimintai keterangan atau klarifikasi terkait permasalahan yang terjadi di sekolah tersebut," ujar Bukhori.
Berdasarkan hasil klarifikasi awal, dugaan tindak pidana tersebut tidak secara langsung melibatkan guru yang bersangkutan.
Namun, seiring berkembangnya informasi di tengah masyarakat, muncul dugaan bahwa guru tersebut memiliki keterkaitan dengan peristiwa tersebut.
Dinas Pendidikan kemudian memanggil keluarga korban untuk meminta penjelasan. Dari keterangan orang tua korban, kata Bukhori, disebutkan bahwa oknum guru diduga mengajak atau menggiring korban datang ke rumahnya.
Di rumah itulah, menurut pihak keluarga, dugaan pelecehan seksual terjadi dan pelaku utamanya disebut merupakan suami dari guru tersebut.
Baca Juga: Gasak Motor-Uang dari Rumah Warga, Maling di Deli Serdang Ditembak
"Menurut pihak orang tua korban, guru tersebut ikut menggiring murid ini datang ke rumahnya. Kemudian di rumah itulah terjadi kejadian yang tidak kita inginkan, dan menurut versi orang tua korban pelaku utamanya adalah suami dari guru tersebut," ucapnya.
Namun, saat dimintai klarifikasi oleh Dinas Pendidikan, oknum guru tersebut membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya.
Karena adanya perbedaan keterangan antara pihak keluarga korban dan guru yang bersangkutan, Bukhori menegaskan pihaknya belum dapat mengambil kesimpulan maupun menjatuhkan sanksi.
"Kami masih menjunjung asas praduga tak bersalah. Sampai tahap ini kami belum dapat menyimpulkan bagaimana perlakuan kami kepada guru tersebut," jelas Bukhori.
Meski demikian, karena kasus tersebut telah menimbulkan keresahan di masyarakat, Dinas Pendidikan telah berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) serta Inspektorat Kota Tanjung Balai untuk penanganan lebih lanjut.
"Kami berkoordinasi dengan BKPSDM Kota Tanjungbalai dan memohon petunjuk. Karena proses di tingkat sekolah dan Dinas Pendidikan sudah kami lakukan, maka permasalahan ini kami limpahkan untuk dibantu ditangani oleh BKPSDM dan Inspektorat. Saat ini prosesnya masih berjalan," katanya.
Berita Terkait
-
Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan
-
AI Mulai Masuk Ruang Kelas, Guru Harus Ajarkan Siswa Cara Cek Fakta
-
Memugar Bilik Retak Peradaban: 2 Tahun Kerja Prabowo-Gibran untuk Pendidikan
-
Ulasan Dua Belas Pasang Mata: Kehangatan Guru di Tengah Kelamnya Perang
-
Sekolah Kekurangan Guru, Honorer Dibiarkan: Siapa yang Bertanggungjawab?
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Nyamuk Ternyata Punya Warna Favorit, Ini 5 Warna yang Cenderung Dihindarinya
-
Pegawai Lapas Medan Nyambi Kurir Narkoba Ditangkap, 599 Pod Getar Disita
-
Revora 2026 Bakal Hadirkan 1.000 Mobil di Kawasan Lapangan Merdeka Medan, Ini Jadwal dan Keseruannya
-
150 Ribu Batang Ganja Dimusnahkan di Madina, Ladang Seluas 5 Hektar Ditemukan di Pegunungan
-
SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih