Suhardiman
Senin, 17 Agustus 2026 | 11:56 WIB
Basarnas bersama personel TNI dan Polri mengevakuasi warga terdampak gempa bumi di NTT, Sabtu (15/8/2026). ANTARA/HO-Kodam IX/Udayana
Baca 10 detik
  • Plt. Kepala BNPB Berton melaporkan 53 orang tewas akibat gempa bumi di NTT pada Minggu (15/8/2026).
  • Petugas gabungan mencatat 137 korban luka serta ribuan warga mengungsi akibat kerusakan bangunan fasilitas umum.
  • Pemerintah menyalurkan 4.925 paket bantuan logistik dan mengerahkan tim untuk percepatan penanganan darurat di lokasi.

SuaraSumut.id - Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali bertambah. Hingga saat ini total korban meninggal menjadi 53 orang.

"Berdasarkan data sementara pada Minggu (15/8/2026), total jumlah korban meninggal dunia mencapai 53 orang," kata Berton SP Panjaitan, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, dalam keterangan tertulisnya, Senin (17/8/2026).

Sebaran korban teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 25 orang, Manggarai Timur 20 orang, Sikka 4 orang, Manggarai Barat 1 orang, Nagekeo 1 orang dan Ende 2 orang.

Selain korban meninggal, petugas gabungan juga mengevakuasi dan melakukan perawatan medis terhadap para korban luka-luka.

"Total korban luka-luka mencapai 137 jiwa. Saat ini, korban luka sedang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan terdekat maupun faskes darurat," ujarnya.

Data sementara menyebutkan bahwa total rumah rusak berat sebanyak 154 unit, rusak sedang 49 unit, dan rusak ringan 38 unit.

"Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, seperti fasilitas Pendidikan, tempat ibadah, kantor pemerintahan dan sejumlah fasilitas umum lain," ucapnya.

Sementara pendataan warga yang mengungsi masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Hingga Minggu sebanyak 5.488 jiwa mengungsi secara terpusat dan 171 jiwa lainnya mengungsi secara mandiri.

Gempa susulan tercata berjumlah 995 kali dengan gemla yang dalat dirasakan masyarakat sebanyak 46 kali.

BNPB bersama jajarannya menteri lainnya telah tiba di lokasi terdampak untuk mendukung percepatan penanganan darurat.

"Meski fokus utama saat ini adalah pencarian dan pertolongan korban, kebutuhan masyarakat mengungsi juga diupayakan pemerintah," jelasnya.

Sejumlah bantuan telah disalurkan baik melalui jalur darat maupun udara. Bantuan yang telah tiba di antaranya bantuan logistik dari pemerintah pusat yang telah tiba di Maumere dan Labuan Bajo. Total bantuan yang disalurkan mencapai 4.925 paket.

Load More