- Polisi menangkap pria berinisial PM di Stabat pada 11 Agustus 2026 terkait kasus pengeroyokan.
- Pengeroyokan di Kantor Bappeda Langkat pada 8 Juli 2026 tersebut dipicu oleh masalah perebutan proyek tender.
- Akibat insiden pemukulan itu, proses verifikasi berkas pemenang tender oleh korban gagal diselesaikan tepat waktu.
SuaraSumut.id - Polisi mengamankan seorang pria berinisial PM (37), yang disebut sebagai salah satu pelaku pengeroyokan di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Penangkapan terhadap PM dilakukan di wilayah Stabat pada 11 Agustus 2026.
Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Ghulam Yanuar Lutfi mengatakan, pengeroyokan diduga dipicu persoalan perebutan proyek.
"(Penyebab) diduga rebutan proyek,” katanya saat dikonfirmasi SuaraSumut.id, Rabu (26/8/2026).
Ia mengatakan peristiwa itu terjadi di Kantor Bappeda Langkat, Jalan T Amir Hamzah, Kecamatan Stabat, pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Ghulam menjelaskan, kejadian bermula ketika korban M Fatih (21) bersama sejumlah rekannya, yakni Ananda (22) dan M Sultan (22), mendatangi Kantor Bappeda Langkat.
Kedatangan mereka untuk melakukan verifikasi berkas proyek tender Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) PUPR Langkat.
Menurut polisi, kelompok korban merupakan pihak yang dinyatakan sebagai pemenang tender proyek tersebut.
Namun, saat proses verifikasi berlangsung, Fajar Mulia bersama sejumlah rekannya datang ke lokasi. Mereka diduga mengadang korban agar tidak dapat melanjutkan proses verifikasi berkas proyek.
“Untuk menggagalkan pemenang proyek hadir pada tahap verifikasi berkas,” ungkap Ghulam.
Kasat menerangkan, situasi kemudian memanas hingga terjadi cekcok antara kelompok korban dan para pelaku.
Keributan tersebut berujung pada aksi pengeroyokan. Para korban diduga dipukuli dan diinjak oleh sejumlah pelaku. Rekan-rekan korban yang berada di lokasi kemudian berusaha menghentikan aksi tersebut.
Meski mengalami pengeroyokan, korban dan rekannya tetap berupaya menyelesaikan proses verifikasi berkas tender.
Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena waktu verifikasi telah berakhir sekitar pukul 16.00 WIB.
"Setelah kejadian, para korban kemudian melaporkan dugaan pengeroyokan tersebut ke Polres Langkat pada hari yang sama," ujar Ghulam.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Satreskrim Polres Langkat melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan para saksi serta menelusuri rekaman kamera pengawas atau CCTV di lokasi kejadian.
Berita Terkait
-
Lihat Aksi Pemukulan, Saksi Kunci Bongkar Peran Anggota DPRD Bekasi di Kasus Pengeroyokan
-
KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi
-
KPK Periksa Anggota Polri Yayat Sudrajat, Dalami Suap Proyek di Kabupaten Bekasi
-
Anak Perusahaan PT KAI Didakwa Setor Rp1,1 Miliar demi Penuhi Fee Eks Pejabat Kemenhub
-
Ketua Komisi I DPRD Bengkulu, Bambang Hermanto Diperiksa KPK
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
Tak Jera, IRT di Medan Kembali Jual Ganja Padahal Baru Keluar Penjara
-
Pelaku Tawuran di Medan Jarah Beras-Motor di Warung, 1 Ditangkap
-
500 Lebih Atlet Bertanding di AHY Cup 2026, Lokot Nasution Dorong Tenis Meja Sumut Naik Kelas
-
Kisah Dewi Natalia, Mantri BRI yang Bantu Pedagang Lepas dari Rentenir
-
Korban Tenggelam di Sungai Lobang Simalungun Ditemukan Meninggal