- Polisi menangkap pelaku berinisial AP dan GPM karena merampok serta membunuh sopir taksi online di Deli Serdang.
- Tindakan kriminal tersebut dilakukan pada Kamis, 13 Agustus 2026, karena para pelaku terdesak kebutuhan membeli sabu.
- Kedua pelaku membunuh korban dan membuang jasadnya di perkebunan tebu sebelum menjual mobil curian tersebut.
Keduanya kemudian membawa kabur mobil milik korban.
"Kendaraan tersebut dijual kepada penadah dengan harga Rp17 juta," imbuh Cornelis.
Polisi juga telah menangkap dua orang yang diduga sebagai penadah berinisial P dan In. Keduanya kini menjalani proses penyidikan.
Atas perbuatannya, AP dan GPM dijerat Pasal 459 subsider Pasal 458 dan/atau Pasal 479 ayat (3) juncto Pasal 591 juncto Pasal 20 dan 21 UU Nomor 1 Tahun 2023.
Keduanya terancam hukuman maksimal pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun.
Diberitakan sebelumnya, sesosok mayat pria yang diduga sopir taksi online ditemukan di area perkebunan tebu Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, dan menggegerkan warga sekitar, Kamis (13/8/2026) malam.
Korban ditemukan dalam kondisi terlentang dengan mengenakan kaos putih dan celana pendek biru.
Kedua kakinya terikat, sementara di sejumlah bagian tubuh dan wajahnya tampak luka memar yang diduga akibat penganiayaan.
Proses evakuasi dan identifikasi jenazah oleh petugas sempat direkam warga dan videonya kemudian beredar luas di media sosial pada Jumat (14/8/2026) dini hari.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diketahui berinisial RA (25), warga Kecamatan Medan Helvetia.
Korban sehari-hari bekerja sebagai pengemudi taksi online dan menggunakan mobil Daihatsu Ayla untuk mencari nafkah.
Namun, saat jasad korban ditemukan, kendaraan yang biasa dikemudikannya tidak berada di lokasi.
Kontributor : M. Aribowo
Berita Terkait
-
Sinopsis Film Vadh: Thriller Gelap India yang Diduga Jadi Inspirasi Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun
-
Korban Pembunuhan di Madiun Dicibir Pelakor, Aktivis Perempuan: Memangnya Boleh Dibunuh?
-
Korban Pembunuhan di Madiun Disudutkan karena Status Istri Siri, Aktivis Desak Edukasi Publik
-
IFW Soroti Kerentanan Perempuan dalam Pernikahan Siri Usai Kasus Pembunuhan di Madiun
-
Pembunuhan Perempuan di Madiun Termasuk Femisida, IFW Desak Pelaku Dijerat Pasal 459 KUHP
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih
-
Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara
-
Remaja di Medan Pukul Teman hingga Tewas Gegara Kesal Dimaki
-
Pengiriman 144 Balpres Ilegal dari Bandung ke Medan Digagalkan
-
Tembok Basah Padahal Tidak Hujan? Coba Cek Kondisi AC