- Pola makan buruk dan makanan minim nutrisi berpotensi mempercepat proses penuaan biologis tubuh manusia.
- Paparan bahan kimia lingkungan serta kebiasaan menatap layar malam hari dapat mengganggu kesehatan.
- Stres kronis berkepanjangan dan kurangnya koneksi sosial mampu memberikan tekanan negatif terhadap kesehatan tubuh.
SuaraSumut.id - Penuaan merupakan proses alami yang pasti dialami setiap orang. Namun, kebiasaan sehari-hari yang kurang sehat dan paparan lingkungan tertentu dapat ikut memengaruhi kondisi tubuh serta kesehatan sel.
Karena itu, usia seseorang tidak selalu menjadi satu-satunya faktor yang menentukan bagaimana tubuh mengalami proses penuaan.
Pola makan, kualitas tidur, tingkat stres, lingkungan, hingga aktivitas sehari-hari juga dapat berperan dalam menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang.
Sejumlah kebiasaan bahkan sering dilakukan tanpa disadari. Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan tersebut dapat membuat tubuh lebih mudah mengalami berbagai gangguan kesehatan.
Lantas, apa saja kebiasaan yang bikin cepat tua dan perlu mulai dikurangi?
1. Pola Makan Tidak Sehat
Salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah pola makan. Terlalu sering mengonsumsi makanan dengan kualitas nutrisi rendah, terutama makanan yang dapat memicu peradangan, berpotensi memberikan dampak kurang baik terhadap kesehatan tubuh.
Bukan hanya jenis makanan, pola dan waktu makan juga menjadi perhatian. Kebiasaan makan sepanjang hari tanpa jeda yang cukup dapat membuat tubuh tidak memiliki waktu istirahat metabolik yang optimal.
Namun, bukan berarti seseorang harus melakukan puasa atau menerapkan pola makan tertentu secara ekstrem. Yang lebih penting adalah membangun pola makan yang teratur, seimbang, dan sesuai kebutuhan tubuh.
Perbanyak makanan bergizi seperti sayuran, buah, sumber protein, biji-bijian, serta makanan yang minim proses. Pada saat yang sama, konsumsi makanan tinggi gula tambahan, garam, lemak jenuh, dan makanan ultra-proses sebaiknya dibatasi.
Dengan kata lain, apa yang masuk ke tubuh setiap hari dapat menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan sel dan memperlambat dampak penuaan biologis.
2. Terlalu Sering Terpapar Lingkungan Tertentu
Kondisi lingkungan juga tidak boleh diabaikan. Tubuh manusia setiap hari dapat berinteraksi dengan berbagai zat dari lingkungan, termasuk pestisida, herbisida, polusi, hingga kelompok bahan kimia tertentu seperti PFAS (per- and polyfluoroalkyl substances).
Dampak paparan bahan kimia tentu tidak bisa disamaratakan. Risiko sangat bergantung pada jenis zat, tingkat paparan, frekuensi, serta lamanya seseorang terpapar.
Karena itu, menjaga lingkungan tempat tinggal dan bekerja tetap bersih serta mengikuti petunjuk keselamatan ketika menggunakan bahan kimia menjadi langkah penting.
Berita Terkait
-
Apa Itu Mindfulness? Bukan Memaksa Diri Selalu Berpikir Positif, Ini Penjelasannya
-
6 Shio Anak Pembawa Hoki dan Rezeki Besar bagi Orang Tua
-
Posko Kesehatan Pelabuhan Trisakti Tangani Korban Virgo Transport 8
-
Gubsu Bobby Nasution Minta Publik Hentikan Komentar Negatif terhadap Korban MBG di Karo
-
5 Rekomendasi Minyak Rosemary Perawatan Rambut Rontok
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
Tak Jera, IRT di Medan Kembali Jual Ganja Padahal Baru Keluar Penjara
-
Pelaku Tawuran di Medan Jarah Beras-Motor di Warung, 1 Ditangkap
-
500 Lebih Atlet Bertanding di AHY Cup 2026, Lokot Nasution Dorong Tenis Meja Sumut Naik Kelas
-
Kisah Dewi Natalia, Mantri BRI yang Bantu Pedagang Lepas dari Rentenir
-
Korban Tenggelam di Sungai Lobang Simalungun Ditemukan Meninggal