- BPODT meluncurkan The Kaldera Festival 2026 di Toba Caldera Resort untuk memperingati Hari Danau Sedunia.
- Festival ini menampilkan pameran seniman lokal, kompetisi musik, dan program pengembangan talenta muda di kawasan Danau Toba.
- Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat ekosistem pariwisata, melestarikan budaya, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kolaborasi UMKM.
SuaraSumut.id - Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) meluncurkan The Kaldera Festival 2026 di Toba Caldera Resort, Kabupaten Toba, Sumatera Utara.
Festival hingga 6 September 2026 ini menjadi bagian dari peringatan World Lake Day atau Hari Danau Sedunia, sekaligus ruang mempertemukan seni, budaya, ekonomi kreatif, dan pariwisata di kawasan Danau Toba.
Plt Direktur Utama BPODT Arditama Nusantara Putra mengatakan festival ini digagas dengan mengangkat karya seniman Danau Toba dan Sumatera Utara.
"Kami menggagas kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Danau Sedunia berupa festival dan pameran yang mengangkat karya-karya seniman Danau Toba dan Sumatera Utara. Karya seni juga dapat menjadi medium untuk mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menjaga Danau Toba. Melalui karya di ruangan ini kita melihat begitu banyak yang harus kita jaga bersama tentang Danau Toba," kata Arditama dalam keterangan tertulisnya, Senin (31/8/2026).
Salah satu agenda utama festival ialah Toba in Many Forms, yang menampilkan karya sejumlah seniman dan komunitas, antara lain Torang Sitorus, Jabu Bonang, Jeane Halim, Komunitas Fotografer Danau Toba, Urban Sketch Medan, Boniaga, dan Managam Samosir.
BPODT juga menjalankan Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) bersama Kementerian Kebudayaan. Pada 2026, program tersebut menyasar enam SMP di Kabupaten Toba, Samosir, dan Humbang Hasundutan.
"Hasil kolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan kita bisa menggandeng sekolah sekolah di Kawasan Danau Toba untuk bisa memperkuat kemampuan seni siswa, ini sangat penting untuk masa depan budaya kita," ujar Arditama.
Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara, Yuda P. Setiawan, mengatakan Hari Danau Sedunia menjadi momentum memperkuat ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif Danau Toba.
"Berketetapan dengan peringatan Hari Danau Sedunia, ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif Danau Toba kita semakin matang. Seni dapat menjadi medium promosi Danau Toba hingga ke tingkat internasional. Dari lukisan, ekonomi kreatif, fotografi, musik, dan tari kita bisa mempromosikan Danau Toba yang menarik pandangan dunia. Dengan event ini akan mampu menaikkan kunjungan di Kabupaten Toba. Kolaborasi dengan pelaku wisata dan UMKM yang berkembang akan membuat kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.
Pemprov Sumut juga membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan kegiatan pariwisata. "Selamat untuk BPODT untuk acara ini. Kami sangat terbuka untuk kolaborasi kegiatan-kegiatan kepariwisataan kita di Danau Toba," ujarnya.
Ruang Seni dan Talenta Muda
The Kaldera Festival menghadirkan Kaldera Rising Heroes, yang mencakup Kaldera Fest Music Competition dan Kaldera Fest Young Runway. Program ini ditujukan bagi anak-anak dan remaja untuk mengembangkan potensi sekaligus mengenal budaya lokal.
Festival juga menghadirkan Lake Toba Traditional Music Festival (LTTMF) 6.0 yang diinisiasi Rumah Karya Indonesia serta From Toba to the World (FTTW) melalui sesi diskusi, pertunjukan kreatif, dan pengalaman gastronomi.
Berbagai rangkaian tersebut diharapkan memperkuat Danau Toba sebagai destinasi wisata berbasis alam dan budaya, sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi seniman, pelaku ekonomi kreatif, UMKM, dan masyarakat untuk terlibat dalam perkembangan pariwisata kawasan.
Berita Terkait
-
PSMS Tekuk PSIS 2-1, Gubernur Bobby Nasution Optimistis Ayam Kinantan Menuju ke Super League
-
Kolaborasi Kapolri-Gubsu Bobby Nasution, Upaya Pemberantasan Narkoba di Sumut Tambah Kuat
-
Bapenda Sumut Jemput Bola, Permudah Warga Bayar Pajak Lewat Operasi Sadar Pajak
-
Kabut Asap Ganggu Aktivitas Masyarakat Sumut, Gubsu Bobby Siapkan Modifikasi Cuaca
-
Kabar Mahasiswa Malaysia Bawa 4 Kg Sabu di Tanjung Balai Terbantahkan, Fakta Aslinya Mengejutkan
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
150 Ribu Batang Ganja Dimusnahkan di Madina, Ladang Seluas 5 Hektar Ditemukan di Pegunungan
-
SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih
-
Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara
-
Remaja di Medan Pukul Teman hingga Tewas Gegara Kesal Dimaki
-
Pengiriman 144 Balpres Ilegal dari Bandung ke Medan Digagalkan