Suhardiman
Selasa, 01 September 2026 | 12:13 WIB
Ilustrasi Mayat. (unsplash/john hendrick)
Baca 10 detik
  • Tiga nelayan KM Pulau Samosir tewas di palka saat melaut di perairan Pangkalan Brandan pada Senin, 31 Agustus 2026.
  • Nakhoda memutar balik kapal menuju Gudang Buncuan Gabion dan Posal Medan Labuhan langsung mengevakuasi korban sore harinya.
  • Analisis awal menunjukkan kematian diduga akibat paparan gas berbahaya atau kekurangan oksigen di dalam palka kapal tersebut.

SuaraSumut.id - Tiga anak buah kapal (ABK) KM Pulau Samosir mendadak tewas setelah mengalami kondisi darurat di dalam palka kapal saat melaut di perairan Pangkalan Brandan, Sumatera Utara (Sumut).

Ketiga korban masing-masing bernama Iwan (51), Garto (50), dan Mamat (45). Ketiganya diketahui berprofesi sebagai nelayan.

Peristiwa terjadi pada Senin (31/8/2026), ketika KM Pulau Samosir yang membawa sembilan ABK tengah melakukan aktivitas penangkapan ikan.

Kadispen Kodaeral I, Kolonel Laut (P) Wahyu Kurniawan, mengatakan kejadian bermula ketika salah seorang ABK masuk ke dalam palka untuk melakukan pembersihan.

"Peristiwa bermula saat Garto masuk ke dalam palka bagian depan untuk melakukan pembersihan. Saat berada di dalam, korban tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri," katanya kepada SuaraSumut.id, Selasa (1/9/2026).

Wahyu menerangkan ketika melihat rekannya dalam kondisi tidak sadarkan diri, Mamat kemudian berusaha memberikan pertolongan dengan masuk ke dalam palka.

Namun, upaya penyelamatan tersebut justru berujung petaka. Mamat turut mengalami kondisi serupa dan tidak sadarkan diri di dalam palka.

Iwan yang melihat kejadian itu kemudian ikut berusaha menolong kedua rekannya. Namun, Iwan juga akhirnya mengalami kondisi yang sama.

"Melihat kejadian tersebut, korban lainnya berupaya memberikan pertolongan. Namun, kembali terjadi musibah sehingga ketiganya tidak sadarkan diri," ujar Wahyu.

Kadispen Kodaeral melanjutkan, melihat tiga anak buah kapalnya dalam kondisi berbahaya, Nakhoda KM Pulau Samosir, Yusri M. Jamil, langsung mengambil tindakan untuk mencegah korban tambahan.

Nakhoda melarang ABK lainnya memasuki palka karena kondisi di dalam ruang tersebut belum diketahui. Kapal kemudian diputar haluan untuk kembali menuju daratan.

"KM Pulau Samosir akhirnya tiba dan bersandar di Gudang Buncuan Gabion, Kelurahan Bagan Deli, sekitar pukul 16.00 WIB," ungkapnya.

Sebelumnya, kapal tersebut bertolak dari lokasi yang sama sekitar pukul 02.30 WIB untuk melakukan aktivitas penangkapan ikan.

Setelah menerima laporan dari pengurus gudang, personel Posal Medan Labuhan segera bergerak menuju lokasi untuk membantu proses evakuasi.

Evakuasi ketiga korban mulai dilakukan sekitar pukul 16.05 WIB bersama para ABK. Ambulans juga telah disiagakan di lokasi.

Load More