- Dua penjaga kebun berinisial JM dan SK membunuh rekan kerjanya bernama TS di Kabupaten Langkat pada September 2026.
- Motif pembunuhan di perladangan tersebut dipicu rasa sakit hati akibat dugaan pencurian buah kelapa sawit yang dilakukan korban.
- Polisi berhasil menangkap kedua pelaku di lokasi berbeda beserta barang bukti senjata tajam dan satu pucuk senapan angin.
SuaraSumut.id - Penjaga kebun sawit berinisial TS (55) tewas dibunuh rekannya di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut).
Kedua pelaku berinisial JM (55) dan SK (30). Pembunuhan terjadi di Dusun IV Lau Mulgap, Desa Garunggang, Kecamatan Kuala, beberapa waktu lalu.
Awalnya, sekira pukul 09.30 WIB, kedua pelaku selaku penjaga kebun sawit milik salah satu warga, melihat ada banyak buah kelapa sawit yang hilang di kebun itu.
Kapolres Langkat AKBP Hannry P.H. Tambunan mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, perkara tersebut diduga dipicu persoalan terkait pencurian buah kelapa sawit.
Kedua pelaku disebut merasa sakit hati karena korban diduga berulang kali mengambil buah kelapa sawit yang seharusnya dijaga bersama.
Persoalan tersebut kemudian berkembang hingga muncul dugaan rencana untuk menghabisi korban.
Kedua terduga pelaku diduga menunggu korban di area perladangan.
"Saat korban melintas, terjadi penyerangan menggunakan senjata tajam dan senapan angin hingga korban meninggal dunia," katanya melansir Antara, Jumat (11/9/2026).
Ia mengatakan, pelaku JM (55) diamankan pada 6 September 2026 sekitar pukul 22.00 WIB di depan RS Indra.
"JM diduga berperan sebagai pihak yang merencanakan aksi," ujarnya.
Sementara SK diamankan pada 7 September 2026 sekitar pukul 18.30 WIB di Lingkungan V Bela Rakyat, Kelurahan Bela Rakyat, Kecamatan Kuala.
"SK diduga berperan sebagai eksekutor," ungkapnya.
Dalam kasus ini, polisi menyita barang bukti satu unit sepeda motor milik korban, pakaian korban, satu pucuk senapan angin beserta kotak pelurunya, dua bilah parang yang diduga milik terduga pelaku, serta satu bilah parang lainnya dan pakaian yang memiliki bercak darah.
Saat ini kedua pelaku masih menjalani proses hukum lebih lanjut. Penyidik masih melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut guna memastikan seluruh rangkaian kejadian dan peran masing-masing pihak berdasarkan alat bukti yang ada.
Berita Terkait
-
Sinopsis Film Vadh: Thriller Gelap India yang Diduga Jadi Inspirasi Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun
-
Korban Pembunuhan di Madiun Dicibir Pelakor, Aktivis Perempuan: Memangnya Boleh Dibunuh?
-
Korban Pembunuhan di Madiun Disudutkan karena Status Istri Siri, Aktivis Desak Edukasi Publik
-
IFW Soroti Kerentanan Perempuan dalam Pernikahan Siri Usai Kasus Pembunuhan di Madiun
-
Pembunuhan Perempuan di Madiun Termasuk Femisida, IFW Desak Pelaku Dijerat Pasal 459 KUHP
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih
-
Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara
-
Remaja di Medan Pukul Teman hingga Tewas Gegara Kesal Dimaki
-
Pengiriman 144 Balpres Ilegal dari Bandung ke Medan Digagalkan
-
Tembok Basah Padahal Tidak Hujan? Coba Cek Kondisi AC