- Belasan rumah dan kendaraan warga di Humbahas dirusak massa akibat dugaan sengketa lahan pada Sabtu, 12 September 2026.
- Polres Humbahas menyatakan insiden tersebut menyebabkan delapan orang mengalami luka-luka serta kerusakan pada bangunan dan kendaraan.
- Kepolisian telah menerima laporan resmi, memeriksa sejumlah saksi, dan mengamankan satu orang terduga pelaku perlawanan.
SuaraSumut.id - Suasana mencekam tampak dalam sebuah video yang viral di media sosial dan disebut terjadi di Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sabtu (12/9/2026).
Dalam unggahan tersebut, sejumlah rumah warga tampak mengalami kerusakan. Kaca jendela pecah, sementara bagian dalam rumah terlihat berantakan akibat barang-barang yang diduga dirusak.
Tak hanya rumah, sebuah warung milik warga juga disebut menjadi sasaran. Sejumlah barang dagangan hingga uang yang berada di dalam warung diduga raib setelah aksi tersebut.
Kondisi kendaraan warga juga tak luput dari kerusakan. Dalam video yang beredar, terlihat kendaraan dalam kondisi terbalik. Narasi dalam video menyebut bus hingga mobil minibus milik warga turut dibalikkan oleh sekelompok orang.
"Ada 12 rumah. Mobil dibalikkan semua, mobil bus dibalikkan dan mobil minibus. Uang di laci tidak ada lagi sisa, dicuri uang jualan. Ini kan posisinya warung dagangan, yang lain juga dicuri," ujar perekam video.
Unggahan itu menyebut kerusakan tidak hanya terjadi di satu lokasi. Sedikitnya 12 rumah dari tiga desa, yakni Desa Matiti, Desa Lapo Batu dan Desa Sarsiantar, disebut terdampak aksi tersebut.
Sejumlah barang berharga di dalam rumah juga dikabarkan hilang. Namun, informasi mengenai dugaan penjarahan maupun jumlah kerugian masih perlu dipastikan melalui keterangan korban dan pihak berwenang.
Peristiwa tersebut kemudian menjadi perhatian publik setelah videonya menyebar luas di media sosial.
Sementara itu, kepolisian telah menerima laporan terkait peristiwa yang terjadi di kawasan tersebut dan melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan korban maupun saksi.
Polisi masih mendalami rangkaian kejadian untuk mengungkap penyebab serta pihak-pihak yang terlibat dalam aksi perusakan tersebut.
Dari pemeriksaan didigat kericuhan diduga sengketa lahan antara kelompok Raja Bius Manullang Matiti dengan keturunan Op. Patar Munte di Humbahas.
Kasi Humas Polres Humbahas Bripka Jafar Simanjuntak ketika dikonfirmasi SuaraSumut.id mengatakan, peristiwa tersebut diduga bermula dari kebakaran sebuah pondok atau gubuk milik kelompok Raja Bius Manullang.
Pihak Raja Bius Manullang kemudian menduga kebakaran tersebut dilakukan oleh pihak Op. Patar Munte. Namun, dugaan tersebut masih dalam proses penyelidikan kepolisian.
“Antara Raja Bius Manullang Matiti dengan keturunan Op. Patar Munte sebelumnya memang memiliki permasalahan sengketa lahan terkait klaim kepemilikan," katanya, Minggu (13/9/2026).
Ia menjelaskan situasi kemudian berkembang hingga menimbulkan kerusakan di sejumlah lokasi. Berdasarkan data kepolisian, sedikitnya 13 unit rumah mengalami kerusakan.
Berita Terkait
-
Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor
-
Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur
-
PSMS Tekuk PSIS 2-1, Gubernur Bobby Nasution Optimistis Ayam Kinantan Menuju ke Super League
-
Kolaborasi Kapolri-Gubsu Bobby Nasution, Upaya Pemberantasan Narkoba di Sumut Tambah Kuat
-
Mediasi Sengketa Lahan di Gunung Sindur, PT SIR Ajukan Tuntutan Ganti Rugi ke Natura City
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih
-
Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara
-
Remaja di Medan Pukul Teman hingga Tewas Gegara Kesal Dimaki
-
Pengiriman 144 Balpres Ilegal dari Bandung ke Medan Digagalkan
-
Tembok Basah Padahal Tidak Hujan? Coba Cek Kondisi AC