- Puluhan siswa MTsN 2 Kisaran mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan dari SPPG Polres Asahan pada Senin.
- LBH Medan mendesak Polda Sumut menyelidiki kasus tersebut guna menghindari konflik kepentingan akibat keterlibatan Polres Asahan.
- Ombudsman mencatat 870 siswa keracunan sejak 2025, sementara ratusan SPPG di Sumut belum memiliki sertifikat sanitasi.
LBH Medan juga mengungkapkan adanya persoalan yang lebih luas dalam pelaksanaan program MBG di Sumut
Irvan mengutip data Ombudsman RI Perwakilan Sumut yang menyebut jumlah korban dugaan keracunan MBG di Sumut telah mencapai 870 siswa, berdasarkan akumulasi kasus sejak 2025 hingga September 2026. Selain jumlah korban, LBH Medan menyoroti persoalan sertifikasi dapur penyedia MBG.
Disebutkan, dari sekitar 1.500 SPPG di Sumatera Utara, baru sekitar 700 dapur yang memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Artinya, masih terdapat sekitar 800 SPPG yang disebut belum memiliki sertifikat tersebut.
LBH Medan juga menyinggung keberadaan sejumlah dapur yang dinilai belum memenuhi standar kelayakan, termasuk persoalan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan tenaga penjamah makanan.
Menurut Irvan, berbagai persoalan tersebut harus menjadi bahan evaluasi serius pemerintah, terlebih makanan MBG menyasar anak-anak sekolah.
LBH Medan bahkan mendesak Presiden Prabowo Subianto menghentikan sementara program MBG secara total sampai persoalan keamanan dan standar penyelenggaraannya benar-benar dibenahi.
“Keselamatan warga, khususnya anak-anak generasi penerus bangsa adalah hal yang utama,” tegasnya.
LBH Medan juga menyatakan membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang menjadi korban dugaan keracunan MBG.
Masyarakat yang mengalami atau mengetahui kasus serupa diminta menyampaikan pengaduan kepada LBH Medan agar dapat ditindaklanjuti.
Kontributor : M. Aribowo
Berita Terkait
-
Hasto Bongkar Konsep MBG Alternatif PDIP, Sentil Program yang Terlalu Sentralistik
-
Kepala BGN Sudaryono Curhat Didemo Setiap Hari: Senin - Jumat Kok Nggak Ada yang Dukung MBG?
-
MBG: Jangkau 57,8 Juta Penerima, Pembenahan Radikal Tata Kelola
-
Ancaman Krisis Pangan 2027, tapi MBG Berisiko Membuang Jutaan Ton Makanan?
-
Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Revora 2026 Bakal Hadirkan 1.000 Mobil di Kawasan Lapangan Merdeka Medan, Ini Jadwal dan Keseruannya
-
150 Ribu Batang Ganja Dimusnahkan di Madina, Ladang Seluas 5 Hektar Ditemukan di Pegunungan
-
SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih
-
Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara
-
Remaja di Medan Pukul Teman hingga Tewas Gegara Kesal Dimaki