Suhardiman
Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:37 WIB
Pendamping mengawasi anak balita mewarnai buku gambar di Dharma Daycare, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2026). [Antara]
Baca 10 detik
  • Psikolog Sani B. Hermawan menyatakan orang tua dapat melakukan me time jika memiliki dukungan pengasuhan yang memadai. Selasa, 20/10/2026.
  • Kerja sama pengasuhan dapat melibatkan pasangan, keluarga, atau pengasuh terpercaya agar anak tetap mendapatkan pengawasan yang aman.
  • Psikolog Vera Itabiliana menyarankan pengalihan pengawasan secara jelas kepada orang dewasa yang bertanggung jawab dan siap mengawasi anak.

SuaraSumut.id - Menjadi orang tua bukan berarti harus mengorbankan seluruh waktu untuk diri sendiri. Di tengah kesibukan mengurus anak, orang tua tetap membutuhkan waktu untuk beristirahat, menjalankan hobi, dan menjaga kesehatan mental. Namun, kebutuhan untuk memiliki me time harus diimbangi dengan pola asuh yang tepat dan perhatian terhadap keselamatan anak.

Psikolog mengingatkan bahwa orang tua perlu membangun kerja sama pengasuhan agar bisa menikmati waktu pribadi tanpa mengabaikan kebutuhan anak.

Psikolog anak dan remaja Sani B. Hermawan, S.Psi, mengatakan kesempatan orang tua untuk memiliki waktu pribadi turut dipengaruhi oleh ketersediaan dukungan pengasuhan atau support system.

"Orang tua itu sebenarnya masih bisa meluangkan waktu untuk dirinya sendiri. Cuma, kalau support system-nya tidak banyak, peluang orang tua memiliki me time mungkin akan jadi lebih sedikit," katanya melansir Antara, Selasa (20/10/2026).

Ia mengatakan kerja sama pengasuhan dapat dilakukan bersama pasangan, kakek dan nenek, saudara, maupun pengasuh yang dapat dipercaya. Orang tua perlu mempertimbangkan kemampuan orang yang diminta membantu agar anak tetap mendapat pengawasan yang memadai.

Orang tua juga dapat memanfaatkan waktu singkat ketika anak tidur untuk melakukan kegiatan yang disukai, seperti menonton, membaca, atau menjalankan hobi. Namun, orang tua perlu bersikap realistis terhadap waktu yang tersedia, terutama ketika anak masih bayi dan membutuhkan pengawasan intensif.

Dirinya menyarankan anak dikenalkan secara bertahap kepada orang dewasa lain yang aman dan dipercaya agar terbiasa berinteraksi dengan pengasuh selain orang tuanya.

Sementara itu, psikolog klinis anak dan remaja Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi, mengatakan pengasuhan perlu dialihkan secara jelas kepada orang dewasa yang dipercaya, bersedia, dan mampu mengawasi anak.

"Pastikan orang yang dititipi memahami bahwa ia sedang bertanggung jawab menjaga anak, bukan sekadar berada di dekatnya," ungkapnya.

Sebelum meninggalkan anak bersama pengasuh, orang tua sebaiknya menjelaskan dengan bahasa sederhana siapa yang akan menemani anak dan kapan mereka akan kembali. Orang tua juga perlu menghindari kebiasaan pergi diam-diam serta meluangkan waktu untuk kembali berinteraksi dengan anak setelahnya.

Jika akan melakukan kegiatan di luar rumah, misalnya mendaki gunung, Vera mengingatkan agar orang tua agar membuat rencana dan target perjalanan yang disesuaikan dengan kebutuhan serta keselamatan anak.

Load More