- Tikus masuk ke atap rumah melalui celah bangunan karena mencari makanan, air, dan tempat berlindung.
- Atap yang gelap, jarang dibersihkan, serta pipa bocor membuat tikus bersarang dan berkembang biak.
- Atasi masalah ini dengan menutup lubang, menghilangkan sumber air, dan membersihkan area persembunyian tikus.
SuaraSumut.id - Suara berisik dari balik plafon saat malam hari bisa menjadi tanda adanya tikus di atap rumah. Masalah ini kerap dianggap sepele, padahal tikus yang dibiarkan bersarang dapat berkembang biak, merusak bagian rumah, hingga menimbulkan risiko kesehatan bagi penghuni.
Tikus merupakan hewan pengerat yang mencari tiga kebutuhan utama untuk bertahan hidup, yaitu makanan, air, dan tempat berlindung. Area atap rumah dapat menjadi lokasi ideal bagi tikus karena cenderung gelap, jarang dijangkau manusia, dan memiliki banyak celah untuk bersembunyi.
Lantas, apa penyebab tikus masuk ke atap rumah? Bagaimana cara mengusirnya agar tidak kembali? Berikut penjelasan lengkap mengenai penyebab, tanda keberadaan tikus, dan langkah pencegahannya.
1. Ada Celah atau Lubang di Bagian Atap Rumah
Salah satu penyebab tikus masuk ke atap rumah adalah adanya celah atau lubang yang menjadi jalan masuk. Kerusakan genteng, sambungan atap yang renggang, ventilasi tanpa pelindung, hingga lubang di sekitar jalur pipa dapat dimanfaatkan tikus untuk masuk ke dalam bangunan.
Celah yang terlihat kecil belum tentu aman. Tikus memiliki tubuh yang fleksibel sehingga mampu melewati lubang yang ukurannya lebih kecil daripada perkiraan banyak orang.
Setelah berhasil masuk, tikus dapat bergerak di antara rangka atap, plafon, dan bagian bangunan lain yang jarang diperiksa. Jika menemukan tempat yang aman, hewan ini berpotensi menjadikannya lokasi persembunyian atau sarang.
Karena itu, pemilik rumah perlu memeriksa kondisi atap secara berkala. Perhatikan bagian genteng, lisplang, ventilasi, sambungan bangunan, serta lubang di sekitar kabel dan pipa.
Jika menemukan celah, tutup menggunakan bahan yang kuat dan tahan terhadap gigitan tikus. Untuk lubang ventilasi, gunakan kawat kasa atau pelindung logam yang sesuai agar sirkulasi udara tetap berjalan tanpa memberikan akses masuk bagi hama.
2. Area Atap Gelap dan Jarang Dibersihkan
Kondisi atap rumah yang gelap, sepi, dan jarang diperiksa dapat membuat tikus merasa aman. Apalagi jika terdapat tumpukan barang, kardus, kain bekas, atau material lain yang bisa digunakan sebagai tempat persembunyian.
Area yang jarang dijangkau penghuni juga memungkinkan tikus bergerak tanpa sering terganggu. Apabila kebutuhan makanan dan air tersedia di sekitarnya, tikus bisa bertahan lebih lama di area tersebut.
Masalahnya, keberadaan tikus sering kali baru diketahui setelah muncul suara cakaran, bunyi langkah kecil, atau benda yang bergeser dari balik plafon. Dalam kondisi tertentu, kotoran dan bau tidak sedap juga dapat menjadi petunjuk adanya aktivitas tikus.
Jika tidak segera ditangani, tikus dapat membuat sarang dan berkembang biak. Akibatnya, jumlah tikus di rumah berpotensi meningkat dan proses pengendaliannya menjadi lebih sulit.
Untuk mencegah kondisi tersebut, bersihkan area penyimpanan secara rutin dan hindari menumpuk barang yang tidak diperlukan. Pastikan makanan disimpan dalam wadah tertutup serta tempat sampah memiliki penutup yang rapat.
Berita Terkait
-
Ramalan Shio Tikus Hari Ini: Hati-Hati Belanja Mewah, Peluang Cuan Justru Datang dari Mantan Rekan
-
Bukan Sekadar Cerita, Ini Petualangan Search and Find di Kota Tikus
-
Sampah Organik Menggunung di Jakarta Jadi Sarang Tikus dan Sebar Penyakit!
-
Badai Datang, Rumah Terancam: Perjuangan Tikus Kecil di The Outermost Mouse
-
Shio Tikus Sifatnya Seperti Apa? Kenali Karakter, Kelebihan, dan Angka Hokinya
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Jangan Anggap Aman! Vape Ternyata Punya Risiko Serius bagi Kesehatan
-
Empat Orang Ditangkap Terkait Dugaan Fasilitasi Jarimah Zina Online di Aceh Barat
-
Kakanwil Imigrasi Sumut Hadiri Pelantikan DPP Horas Bangso Batak, Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor
-
Pecatan TNI Gadaikan 13 Mobil Rental di Dairi untuk Berjudi, Modus Kampanye Pilkades
-
Driver Taksi Online Dirampok Lalu Jasadnya Dibuang ke Asahan, 2 Pelaku Ditangkap dan Ditembak