Suhardiman
Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:31 WIB
Polisi membongkar praktik penjualan BBM subsidi di Deli Serdang. [Dok Polrestabes Medan]
Baca 10 detik
  • Satreskrim Polrestabes Medan membongkar penjualan solar bersubsidi ilegal ke pabrik beton di Deli Serdang pada Selasa (27/10/2026).
  • Polisi menangkap sopir truk berinisial MR dengan barang bukti truk bertangki modifikasi berkapasitas setengah ton.
  • Solar subsidi seharga lebih dari delapan ribu rupiah per liter itu digunakan untuk operasional alat berat pabrik.

SuaraSumut.id - Solar bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat dan sektor yang berhak malah dijual ke sebuah pabrik beton di Kabupaten Deli Serdang.

Praktik tersebut terbongkar setelah polisi menemukan truk dump dengan tangki bahan bakar yang telah dimodifikasi untuk mengangkut solar dalam jumlah besar.

Kasus ini diungkap personel Satreskrim Polrestabes Medan pada Selasa (27/10/2026) malam. Pabrik yang diduga menjadi tujuan penjualan solar itu berada di Jalan Megawati, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang.

Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak menjelaskan pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat mengenai aktivitas truk dengan lebih dari satu tangki bahan bakar.

Menindaklanjuti informasi tersebut, polisi melakukan penyelidikan hingga menemukan kendaraan mencurigakan melintas di Jalan Medan-Binjai, kawasan Sei Semayang, Kecamatan Sunggal.

Petugas kemudian menghentikan truk tersebut dan mengamankan sopir berinisial MR (35), warga Jalan Binjai Km 10,5, Medan.

“Kami amankan truk dengan tangki yang sudah dimodifikasi, ditambah menjadi dua tangki. Sekali angkut, ini bisa setengah ton,” ungkap Calvijn, Rabu (28/10/2026).

Setelah mengamankan MR, lanjut Kapolrestabes menjelaskan, penyidik mengembangkan penyelidikan berdasarkan keterangan sopir tersebut. Polisi kemudian menelusuri pabrik pembuatan beton di Jalan Megawati yang diduga menjadi tempat penjualan solar secara rutin.

Menurut Calvijn, solar tersebut dijual dengan harga lebih dari Rp8.000 per liter. BBM itu diduga dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan operasional pabrik, termasuk menghidupkan alat berat dan pembangkit listrik.

“BBM kemudian digunakan untuk mengoperasionalkan sejumlah alat berat, termasuk jadi bahan bakar untuk menghidupkan listrik di pabrik,” jelasnya.

Temuan tersebut kini menjadi bagian dari penyelidikan polisi untuk mengungkap bagaimana solar bersubsidi bisa masuk ke lingkungan industri serta siapa saja pihak yang terlibat dalam transaksi tersebut.

Asal-usul bahan bakar yang diangkut juga tengah didalami. Sejumlah barang yang ditemukan di lokasi, seperti pelat nomor kendaraan dan barcode pembelian BBM, turut diamankan untuk membantu penyidik melacak sumber pasokan solar.

“Kami sedang mengejar potensial suspect di pabrik ini, asal usul BBM juga sedang kami dalami. Kami temukan beberapa plat nomor dan barcode pembelian BBM, ini jadi petunjuk nantinya dimana BBM itu didapat pelaku,” tukas Calvijn.

Kontributor : M. Aribowo

Load More