Suhardiman
Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:06 WIB
Ilustrasi penganiayaan (Pixabay)
Baca 10 detik
  • Remaja berinisial RF memukul temannya, MJZ, hingga tewas di Jalan Suasa Raya, Kota Medan, pada Kamis (29/10/2026).
  • Penganiayaan terjadi karena pelaku merasa kesal dan terpancing emosi setelah korban melontarkan kata-kata makian serta tantangan.
  • Polres Pelabuhan Belawan mengamankan terduga pelaku untuk pemeriksaan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

SuaraSumut.id - Perselisihan kecil di jalan berujung tragis terjadi di kawasan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan. Seorang remaja berinisial RF (16) diduga memukul temannya, MJZ (13), hingga meninggal dunia.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Suasa Raya, Lingkungan V, Kelurahan Mabar Hilir, Kamis (29/10/2026) sekitar pukul 18.40 WIB.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Aditya Sembiring mengatakan, korban dan terduga pelaku saling mengenal. Insiden bermula dari perselisihan ketika keduanya berpapasan di depan Lapangan Sriwijaya, Jalan Suasa Tengah, pada sore hari.

Berdasarkan keterangan awal terduga pelaku, saat itu dirinya baru pulang sekolah dan hampir bertabrakan dengan korban.

"Situasi tersebut kemudian memicu cekcok mulut di antara keduanya," katanya ketika dikonfirmasi SuaraSumut.id, Jumat (30/2026).

Adiitya menerangkan setelah perselisihan itu, RF pulang ke rumah. Namun, beberapa waktu kemudian, RF keluar untuk bermain bola di Gang Berkah dan menceritakan kejadian tersebut kepada teman-temannya.

Sejurus kemudian, RF kemudian mengajak dua temannya, masing-masing berinisial RT (16) dan RA (18), untuk mencari korban. Mereka bermaksud menyelesaikan persoalan tersebut secara damai.

"Dan akhirnya bertemu dengan korban di Jalan Suasa Raya, Lingkungan 5, Kelurai Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli," ungkap Kapolres.

Namun, upaya menyelesaikan persoalan itu justru berakhir dengan kekerasan. Saat RF mencoba berbicara, korban disebut tidak merespons dengan baik. Bahkan, korban melontarkan kata-kata makian dan menantang RF untuk memukul wajahnya.

"Serta menantang terduga pelaku dengan mempersilakan wajahnya dipukul oleh terduga pelaku," ungkap Aditya.

Terpancing emosi, RF kemudian secara spontan melayangkan tiga pukulan ke bagian wajah korban hingga terjatuh dan tidak sadarkan diri.

Melihat kejadian tersebut, salah seorang teman terduga pelaku, RT, langsung memanggil abang korban. Setelah tiba di lokasi, abang korban bersama RT membawa MJZ ke Klinik Hara Mabar untuk mendapatkan pertolongan medis. Sementara itu, RT kembali menemui RF dan membawanya untuk bertemu dengan orang tua korban.

"Setelah itu, terduga pelaku bersama orang tua korban menuju Klinik Hara Mabar, namun setibanya di klinik, mereka memperoleh informasi bahwa korban telah meninggal dunia," ungkap Kapolres.

Petugas yang menerima informasi kejadian itu kemudian turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Berdasarkan pemeriksaan awal personel Identifikasi Polres Pelabuhan Belawan, ditemukan sejumlah tanda kekerasan pada tubuh korban.

Di antaranya memar pada bagian bawah leher, memar di sisi kiri dan kanan badan, mulut bengkak, serta bibir pecah. Selain itu, ditemukan pula bagian kulit jempol kaki korban yang terkelupas.

Load More