Suhardiman
Rabu, 04 November 2026 | 12:02 WIB
Ketua DPD Partai Demokrat Sumut Lokot Nasution. [Ist]
Baca 10 detik
  • Lokot Nasution menyatakan kesiapannya untuk kembali maju sebagai calon Ketua DPD Partai Demokrat Sumut pada Musda V tahun 2026.
  • Ia mengklaim telah mengantongi dukungan maksimal dari Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat di wilayah Sumatera Utara tersebut.
  • Keputusan akhir penetapan pemimpin daerah tetap berada di tangan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.

SuaraSumut.id - Ketua DPD Partai Demokrat Sumut Lokot Nasution memastikan kesiapannya kembali maju dalam Musda V 2026 yang akan berlangsung bulan ini. Ia mengklaim telah mengantongi dukungan maksimal dari DPC Demokrat di Sumatera Utara (Sumut).

“Kalau ditanya maju, Siap maju. Saat ini ada dukungan DPC, dukungan yang dimiliki maksimal," kata Lokot, Selasa (3/11/2026) malam.

Selain dukungan DPC, Lokot mengaku ia juga harus menunjukkan performa terbaik.

"Selain itu, secara kinerja juga harus menunjukkan performa terbaik, yang nantinya diputuskan oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono untuk memimpin Partai Demokrat di Sumatera Utara lagi," ujarnya.

Lokot menjelaskan jika Partai Demokrat memberikan kesempatan dan menghormati kepada kader untuk maju dalam proses pemilihan Ketua DPD sesuai ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

"Karena itu, siapa pun yang memenuhi mekanisme organisasi memiliki kesempatan untuk mengikuti proses tersebut," ucapnya.

Namun, keputusan akhir mengenai kepemimpinan DPD tetap berada pada Ketua Umum Partai Demokrat. Dengan demikian, dukungan DPC menjadi salah satu bagian dari dinamika internal, tetapi bukan satu-satunya penentu hasil.

Tahapan tersebut menjadi bagian dari proses konsolidasi organisasi partai. Dalam konteks itu, Lokot menyatakan kesiapannya mengikuti mekanisme yang berlaku sembari menunjukkan performa terbaik agar dinilai layak kembali memimpin Demokrat Sumatera Utara.

Lokot memaparkan dua hal yang berjalan beriringan kesediaannya untuk kembali memimpin dan pengakuannya terhadap kewenangan Ketua Umum dalam menentukan kepemimpinan partai di tingkat daerah.

Ia menyebut dukungan DPC sebagai modal dalam proses tersebut. Namun, ia juga menempatkan penilaian AHY terhadap kinerja dan kelayakan kepemimpinannya sebagai bagian penting dari perjalanan menuju periode berikutnya.

Load More