Suhardiman
Rabu, 04 November 2026 | 12:43 WIB
ilustrasi banjir (magnific)
Baca 10 detik
  • Banjir meluas di Aceh Selatan pada Rabu, 4 November 2026, akibat luapan sungai setelah hujan tinggi.
  • Bencana ini berdampak pada 794 jiwa di tiga desa serta menyebabkan 205 warga terpaksa mengungsi.
  • Tim gabungan bersiaga di lokasi menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi korban yang belum surut.

SuaraSumut.id - Banjir yang melanda kawasan Trumon Raya, Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh, meluas. Ratusan warga terpaksa meninggalkan rumah setelah permukiman mereka terendam banjir.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan, sebanyak 205 jiwa telah mengungsi, sementara total warga terdampak mencapai 794 jiwa.

Bencana sebelumnya hanya merendam dua desa. Namun, kondisi di lapangan terus berkembang hingga genangan meluas ke tiga gampong yang tersebar di dua kecamatan.

"Banjir di kawasan Trumon Raya terus meluas. Jumlah warga yang mengungsi tercatat mencapai 205 jiwa. Sedangkan warga terdampak sebanyak 794 jiwa. Korban banjir yang mengungsi dievakuasi menggunakan perahu karet," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh Selatan Mudatsir, melansir Antara, Rabu (4/11/2026).

Mudatsir mengatakan tiga desa terdampak banjir tersebut yakni Gampong Padang Harapan di Kecamatan Trumon. Jumlah warga terdampak banjir dari desa tersebut sebanyak 124 jiwa.

Serta Gampong Lhok Raya dan Gampong Cot Bayu di Kecamatan Trumon Tengah. Warga terdampak banjir dari Gampong Lhok Raya mencapai 540 jiwa dan dari Gampong Cot Bayu sebanyak 114 jiwa.

Sebanyak 205 jiwa warga yang mengungsi tersebut, kata dia, 72 jiwa dari 18 keluarga berasal dari Gampong Cot Bayu. Mereka mengungsi di lembaga pendidikan, rumah kerabat, rumah ibadah, dan lainnya.

Sebanyak 133 jiwa dari 40 keluarga lainnya berasal dari Gampong Cot Bayu. Mereka mengungsi di Markas Kompi Brimob Polda Aceh di Gampong Ie Jerineh, Kecamatan Trumon Tengah.

"Sedangkan warga terdampak banjir di Gampong Padang Harapan, Kecamatan Trumon, masih bertahan di rumah masing-masing. Kami mengimbau warga segera mengungsi jika banjir sudah membahayakan," katanya.

Mudatsir mengatakan banjir di kawasan Trumon tersebut karena meluapnya Sungai Lae Soeraya dan Krueng Trumon, menyusul hujan dengan intensitas tinggi di wilayah tersebut.

"Data banjir tersebut dapat berubah sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Apalagi hingga saat ini banjir belum surut. Tim gabungan tetap siaga di lokasi untuk mengevakuasi warga terdampak banjir," kata Mudatsir.

Load More