- Banjir meluas di Aceh Selatan pada Rabu, 4 November 2026, akibat luapan sungai setelah hujan tinggi.
- Bencana ini berdampak pada 794 jiwa di tiga desa serta menyebabkan 205 warga terpaksa mengungsi.
- Tim gabungan bersiaga di lokasi menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi korban yang belum surut.
SuaraSumut.id - Banjir yang melanda kawasan Trumon Raya, Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh, meluas. Ratusan warga terpaksa meninggalkan rumah setelah permukiman mereka terendam banjir.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan, sebanyak 205 jiwa telah mengungsi, sementara total warga terdampak mencapai 794 jiwa.
Bencana sebelumnya hanya merendam dua desa. Namun, kondisi di lapangan terus berkembang hingga genangan meluas ke tiga gampong yang tersebar di dua kecamatan.
"Banjir di kawasan Trumon Raya terus meluas. Jumlah warga yang mengungsi tercatat mencapai 205 jiwa. Sedangkan warga terdampak sebanyak 794 jiwa. Korban banjir yang mengungsi dievakuasi menggunakan perahu karet," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh Selatan Mudatsir, melansir Antara, Rabu (4/11/2026).
Mudatsir mengatakan tiga desa terdampak banjir tersebut yakni Gampong Padang Harapan di Kecamatan Trumon. Jumlah warga terdampak banjir dari desa tersebut sebanyak 124 jiwa.
Serta Gampong Lhok Raya dan Gampong Cot Bayu di Kecamatan Trumon Tengah. Warga terdampak banjir dari Gampong Lhok Raya mencapai 540 jiwa dan dari Gampong Cot Bayu sebanyak 114 jiwa.
Sebanyak 205 jiwa warga yang mengungsi tersebut, kata dia, 72 jiwa dari 18 keluarga berasal dari Gampong Cot Bayu. Mereka mengungsi di lembaga pendidikan, rumah kerabat, rumah ibadah, dan lainnya.
Sebanyak 133 jiwa dari 40 keluarga lainnya berasal dari Gampong Cot Bayu. Mereka mengungsi di Markas Kompi Brimob Polda Aceh di Gampong Ie Jerineh, Kecamatan Trumon Tengah.
"Sedangkan warga terdampak banjir di Gampong Padang Harapan, Kecamatan Trumon, masih bertahan di rumah masing-masing. Kami mengimbau warga segera mengungsi jika banjir sudah membahayakan," katanya.
Mudatsir mengatakan banjir di kawasan Trumon tersebut karena meluapnya Sungai Lae Soeraya dan Krueng Trumon, menyusul hujan dengan intensitas tinggi di wilayah tersebut.
"Data banjir tersebut dapat berubah sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Apalagi hingga saat ini banjir belum surut. Tim gabungan tetap siaga di lokasi untuk mengevakuasi warga terdampak banjir," kata Mudatsir.
Tag
Berita Terkait
-
Kasatgas Tito Kunjungi Pidie Jaya, Tinjau Tanggul Terdampak Banjir Susulan
-
Banjir Lahar Semeru Timbun Tanggul dan Rusak Sabo Dam, Menteri PU Siagakan Alat Berat
-
Terendam Banjir, Petani Bawang Merah di Tulungagung Panen Lebih Awal
-
Lahar Hujan Semeru Terjang Permukiman, Tiga Rumah Rusak dan 117 KK Terisolasi
-
Kemarau Salah, Hujan Salah: Menguji Tata Kelola Lingkungan di Indonesia
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
Pilihan
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Terkini
-
Banjir Aceh Selatan Meluas, 205 Warga Mengungsi dan 794 Jiwa Terdampak
-
Baru Keluar Kamar Mandi Kos, Wanita di Medan Disekap Begal
-
Lokot Nasution Maju Lagi di Musda Demokrat Sumut, Klaim Kantongi Dukungan DPC
-
Pria di Medan Ditemukan Tewas dalam Gorong-gorong, Diduga Hendak Curi Kabel
-
Eks Wali Kota Sibolga Resmi Ditahan di Kasus Korupsi Pasar Ikan Modern