Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Muncul 'Agama Baru' di Solok, Tidak Wajib Salat dan Tak Akui Nabi Muhammad

M Nurhadi Jum'at, 24 Juli 2020 | 14:15 WIB

Muncul 'Agama Baru' di Solok, Tidak Wajib Salat dan Tak Akui Nabi Muhammad
Ilustrasi berdoa (Unsplash)

Diduga disebarkan oleh orang yang pernah belajar di Surabaya.

SuaraSumut.id - Warga di Kabupaten Solo, Sumatera Barat kembali diramaikan dengan munculnya kabar sebuah agama baru di wilayah tersebut.

Agama atau aliran kepercayaan baru ini oleh para pengikutnya disebut sebagai 'Agama Muslim' dan menurut berbagai sumber, sudah berkembang sejak tahun 1996. 

Melansir dari Covesia.com (Jaringan Suara.com), dalam kepercayaan ini mereka mengakui Tuhan mereka adalah Rabbi (atau menggunakan ejaan bahasa Arab disebut Robbi), yang memiliki arti Tuhan, yang Maha Mengatur, Maha Menguasai atau Sang Pemelihara.

Masih ebrdasarkan sumber yang sama, suatu kelompok masyarakat di Nagari Sumani Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok justru tidak mengakui Allah SWT sebagai Tuhannya, sebagaimana umat muslim. Kelompok ini juga tidak mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai rasul mereka, melainkan hanya mengakui Nabi Ibrahim AS.

Sejumlah ajaran di kepercayaa ini juga berbeda dengan agama Islam yang selama ini kita ketahui. Dalam ajaran agama Islam yang banyak diketahui, seorang muslim diwajibkan mendirikan salat lima waktu, berpuasa dan lain sebagainya.

Namun, agama ini justru tidak mewajibkan untuk salat, tetapi wajib hanya mengingat Rabbi. Selain itu, mereka juga tidak berpuasa, namun wajib mengendalikan nafsu.

Melaksanakan ibadah haji hanya untuk para guru saja. Bagi pengikut yang ingin berhaji, bisa diwakilkan oleh guru spiritual mereka. 

Diduga, ajaran ini dibawa oleh salah seorang warga Kota Padang ke Solok usai ia belajar di Kota Surabaya, Jawa Timur sejak tahun 1996.

"Kami sudah pantau dan melakukan investigasi soal Agama Muslim ini. Kesimpulannya, MUI menyatakan Agama Muslim ini bukan bagian dari Islam. Mereka sudah keluar dari Islam," kata Sekretaris Umum MUI Kabupaten Solok, Elyunus Asmara, Jumat (24/7/2020) melansir Covesia.com.

Dengan adanya pernyataan bahwa 'Agama Muslim' bukan merupakan 'Agama Islam,' MUI merasa tidak berkewajiban melakukan pengawasan dan pemantauan kepada para pengikutnya. Elyunus juga mengatakan, perlu pembinaan agar ajaran ini tidak mempengaruhi orang Islam untuk murtad seperti mereka. 

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait