Muncul 'Agama Baru' di Solok, Tidak Wajib Salat dan Tak Akui Nabi Muhammad

Diduga disebarkan oleh orang yang pernah belajar di Surabaya.

M Nurhadi
Jum'at, 24 Juli 2020 | 14:15 WIB
Muncul 'Agama Baru' di Solok, Tidak Wajib Salat dan Tak Akui Nabi Muhammad
Ilustrasi berdoa (Unsplash)

"Yang perlu sekarang adalah perhatian dari lembaga yang memiliki perhatian kepada orang Islam. Agar ajaran ini tidak merusak iman orang Islam dan akhirnya menjadi murtad seperti mereka," katanya.

Di samping itu, Elyunus mengatakan, MUI kesulitan untuk berdiskusi dengan pemeluk agama ini. Pasalnya, mayoritas guru dan pengikutnya tidak memahami Islam dan Tauhid lantaran sebagian besar tidak berpendidikan.

"Rata-rata mereka tamat SD dan tidak berpendidikan. Keinginan untuk memahami dan mempelajari Islam maupun Tauhid juga tidak ada. Jadi susah untuk berdialog dengan mereka," katanya.

Dari pantauan MUI Kabupaten Solok, jumlah pengikut 'Agama Muslim' ini berjumlah puluhan orang yang tersebar di Nagari Sumani, Koto Sani dan Rumbak.  Namun, menurut penelusuran Covesia, ajaran serupa juga ada ditemukan di Kabupaten Dharmasraya.

Baca Juga:Korbannya Cacat Seumur Hidup, Polisi Amankan Begal Sadis di Palembang

"Apakah ada kaitan ajaran yang serupa di Dharmasraya itu dengan Agama Muslim di Solok, kami tidak tahu. Tapi ajarannya sangat mirip. Ada juga di Dharmasraya," ucapnya. 

Elyunus juga meminta agar MUI Sumatera Barat dan Pusat agar memperhatikan kepercayaan ini. Pasalnya, tidak hanya berkembang di Kabupaten Solok, namun juga sudah ada di Dharmasraya dan Kota Surabaya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini