alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tak Pakai Masker, WNA di Bali Didenda Rp 100 Ribu

Suhardiman Rabu, 09 September 2020 | 11:26 WIB

Tak Pakai Masker, WNA di Bali Didenda Rp 100 Ribu
Petugas menindak warga negara asing yang tidak mengenakan masker saat kegiatan penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan di kawasan Pererenan, Badung, Bali, Selasa (8/9/2020). ANTARA/Naufal Fikri Yusuf

Masyarakat maupun WNA yang tidak memiliki atau membawa masker dikenakan sanksi denda sebesar Rp100 ribu.

SuaraSumut.id - Sejumlah Warga Negara Asing (WNA) terjaring razia masker di Bali. Razia dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Badung, Bali melibatkan Satpol PP, TNI Polri, Pecalang dan Linmas setempat.

"Ada sejumlah WNA yang kami tindak karena tidak disiplin protokol kesehatan khususnya pemakaian masker. Saat sidak kemarin di wilayah Desa Pererenan saja hampir 80 persen yang terjaring adalah WNA," kata Kepala Satpol PP Badung, I Gusti Agung Ketut Suryanegara di Mangupura, Rabu (9/9/2020).

Masyarakat maupun WNA yang tidak memiliki atau membawa masker dikenakan sanksi denda sebesar Rp100 ribu.

Jika membawa masker tapi tidak dikenakan atau dikenakan dengan posisi yang tidak benar, akan diberikan teguran dan dilakukan pendataan.

Baca Juga: Pelanggar Protokol Kesehatan Covid 19 di Sumsel Didenda Rp500.000

Ia mengatakan, pihaknya tidak pilih-pilih dalam menegakkan peraturan atau hanya berani melakukan penindakan terhadap warga negara Indonesia tapi juga tegas terhadap warga negara asing yang berada di wilayahnya.

"Di media sosial ramai dibahas kalau kami hanya berani dengan orang lokal saja dan bule bebas, padahal tidak seperti itu. Peraturan ini untuk semua, tidak hanya untuk orang lokal," katanya.

Dalam Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan tersebut, pihaknya telah mengikuti prosedur yang ditetapkan dalam pengenaan sanksi.

"Prosedur yang kami lakukan baik itu sebelumnya telah melakukan sosialisasi jauh-jauh hari melalui berbagai media kemudian melakukan pembinaan dan sosialisasi secara langsung kepada masyarakat dan WNA termasuk di kawasan pariwisata. Jadi pengenaan sanksi ini tidak sembarangan," ungkap Agung.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa mengatakan,
ada peraturan Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan berlaku untuk semua penduduk yang berada di Bali.

Baca Juga: Cacat Fisik Tak Halangi Semangat Peserta MTQ ke-37 Sumut Menghapal Alquran

"Tentu hal itu harus kami tertibkan Semua harus tertib dan jangan sampai menjadi carrier. Jadi perlakuannya juga harus sama baik itu asing maupun masyarakat lokal," katanya. [Antara]

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait