- Hujan deras mengguyur Kabupaten Simalungun pada Kamis malam, 30 Juli 2026, dan memicu banjir besar.
- Banjir menyebabkan empat sepeda motor terseret arus serta merendam ratusan rumah hingga kedalaman tiga meter.
- Lalu lintas kembali normal pukul 02.30 WIB dan dilaporkan tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut.
SuaraSumut.id - Hujan yang mengguyur Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, selama beberapa jam menyebabkan banjir yang membuat "lumpuh" arus lalu lintas, pada Kamis malam, 30 Juli 2026.
Ruas jalan di kawasan Simpang Pondok Batu Silangit, Kecamatan Tapian Dolok pun tidak dapat dilalui kendaraan roda empat dan roda dua.
Sebanyak empat unit sepeda motor yang nekat melintasi area banjir terseret arus sampai di areal perkebunan karet di sepanjang ruas jalan.
Lalu lintas diaktifkan kembali pada pukul 02.30 WIB, setelah air mulai surut dengan ketinggian kira-kira 50 sentimeter.
Sementara, di kawasan Pasar Bawah, Kelurahan Serbalawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Sungai Sikkam tidak mampu menampung debit air hujan.
Kapolsek Dolok Batu Nanggar, Iptu Rido V Pakpahan memperkirakan ada ratusan unit rumah di seputaran aliran sungai yang terendam air mencapai tiga meter, dan tidak ada korban jiwa.
Warga pun mengungsi ke permukiman yang tidak terdampak banjir, bahkan beberapa di antaranya bertahan di atap rumah masing-masing untuk perlindungan diri. [Antara]