Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Akademisi USU apresiasi langkah Wapres Gibran temui korban dugaan keracunan MBG di Karo, serta minta program ini dievaluasi total untuk cegah terulang.

Ronald Seger Prabowo
Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB
Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengunjungi korban dugaan keracunan MBG di RS Efarina Etaham dan RS Amanda, Jalan Lintas Desa Raya, Kabupaten Karo, Jumat (11/9/2026). [Dok.Diskominfo Sumut]
Baca 10 detik
  • Akademisi USU Dr. Wahyu mengapresiasi kunjungan Wapres Gibran kepada anak korban keracunan MBG di Karo.
  • Wahyu meminta pemerintah mengevaluasi total rantai pasok pangan dan memperketat standar kebersihan dapur penyedia.
  • Pemerintah didorong memperkuat protokol penanganan darurat serta memastikan kejadian keracunan tersebut tidak terulang kembali.

SuaraSumut.id - Akademisi Universitas Sumatera Utara (USU), Dr. Wahyu Ario Pratomo, mengapresiasi langkah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menemui anak-anak yang terdampak dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Menurut Wahyu, kehadiran Gibran menunjukkan respons pemerintah terhadap kasus yang menyangkut keselamatan anak sekaligus kepercayaan masyarakat terhadap program MBG.

Namun, ia meminta kasus tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi penyelenggaraan MBG secara menyeluruh, mulai dari pemilihan dan penyimpanan bahan pangan, proses memasak, kebersihan dapur hingga distribusi makanan.

“Yang tidak kalah penting, kasus Karo harus menjadi bahan evaluasi utama terhadap penyelenggaraan MBG,” kata Wahyu, Selasa (15/9/2026).

Baca Juga:Ratusan Pelajar SMA di Karo Diduga Keracunan MBG, Terungkap SPPG Milik Kodim

Ia juga mendorong pengawasan berkala dan inspeksi mendadak terhadap dapur penyedia MBG. Menurutnya, setiap dapur harus memenuhi standar higiene dan sanitasi serta memiliki sistem pencatatan dan pelacakan makanan.

Selain pencegahan, pemerintah dinilai perlu memperkuat protokol penanganan ketika terjadi dugaan keracunan agar korban segera mendapat pelayanan medis dan keluarga memperoleh informasi yang transparan.

“Keberhasilan tindak lanjut pemerintah tidak cukup diukur dari seberapa cepat korban ditangani, tetapi dari apakah pemerintah mampu memastikan kejadian serupa tidak berulang,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini