Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Keluarga Tahanan Polsek yang Tewas Mengaku Diintimidasi Oknum

Ari Syahril Ramadhan Sabtu, 17 Oktober 2020 | 11:04 WIB

Keluarga Tahanan Polsek yang Tewas Mengaku Diintimidasi Oknum
Sunarsih, istri Joko Dedi Kurniawan saat memperlihatkan foto suaminya saat ditangkap polisi. [Muhlis/suarasumut.id]

"Ada beberapa yang menghubungi saya dan meminta untuk bertemu, tapi saya bilang waktu itu saya lagi di luar," kata Sri Rahayu, adik kandung korban.

Saat itu, seorang anggota polri di yang merupakan perwira di Polsek Sunggal mengutarakan 'kau yang melaporkan kami ya, udah kau letak aja nasi disitu' dengan nada membentak kepada Sri.

"Ini hal yang tidak layak dilakukan oleh seorang petugas kepada keluarga yang tengah mencari keadilan. Padahal dalam Peraturan Kapolri (Perkap) nomor 14 Tahun 2011 pasal 10 huruf (c), yang mengamanatkan petugas memberikan pelayanan yang cepat, mudah dan nyaman," ungkap Irvan.

Sebelumnya, LBH Medan menduga ada kejanggalan dalam kasus kematian dua tahanan Polsek Sunggal atas nama Joko Dedi Kurniawan dan Rudi Efendi.

Selain dugaan penyiksaan, keluarga juga keberatan atas keterangan kepolisi terkait penyebab kematian korban.

Wakil Direktur LBH Medan, Irvan Syahputra mejelaskan, terkait pernyataan polisi soal tidak ditemukannya dugaan penyiksaan dinilai sangat prematur.

"Kita menyayangkan ucapan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko yang mengatakan hasil pemeriksaan internal tidak terbukti (dugaan penganiayaan korban). Padahal kita belum dimintai keterangan terhadap laporan di Propam Polda Sumut," kata Irvan Syahputra di kantor LBH Medan, Jumat (16/10/2020).

Selain pernyataan tersebut, LBH Medan juga membantah jika kematian korban semula lantaran adanya keluhan sakit jantung dan kepala.

Sementara, hasil resume medis yang diperoleh dari Rumah Sakit Bhayangkara Medan menyebutkan kondisi bagian dalam korban tidak bermasalah.

"Hasil dari pemeriksaan jantung dan paru korban dalam keadaan normal, baik dan tidak ditemukan kelainan radiologi, termasuk hasil Rapid Test yang nonreaktif," ujar Irvan.

Pemeriksaan terhadap Joko dilakukan pada 25 September 2020 malam. Namun pada 2 Oktober 2020, pihak Polsek Sunggal memberitahukan kepada keluarga jika Joko Dedi Kurniawan telah meninggal dunia.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait