alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ditanya soal Kesejahteraan di Medan, Akhyar-Salman Singgung Omnibus Law

Suhardiman Sabtu, 07 November 2020 | 16:51 WIB

Ditanya soal Kesejahteraan di Medan, Akhyar-Salman Singgung Omnibus Law
Pasangan calon Pilkada Medan, Akhyar Nasution-Salman Alfarisi. [Foto:Istimewa]

Menyikapi hal ini, Akhyar Nasution menjawab penurunan tingkat kesejahteraan secara nasional menurun.

SuaraSumut.id - KPU Kota Medan menggelar debat kandidat pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, Sabtu (7/11/2020).

Calon Wakil Wali Kota Medan, Aulia Rachman bernyata soal kesejahteraan masyarakat, khususnya di Medan Utara kepada pasangan calon Akhyar Nasution- Salman Alfarisi.

"Saat ini kita ketahui di Medan Utara kesejahteraan belum terlihat. Ini disinyalir karena kurangnya perhatian Pemerintah Kota Medan," tanya Aulia.

Menyikapi hal ini, Akhyar Nasution menjawab penurunan tingkat kesejahteraan secara nasional menurun.

Baca Juga: Mensos Ajak Semua Lapisan Masyarakat Berjuang Lawan Pandemi Covid-19

"Kesejahteraan masyarakat berkaitan dengan kesejahteraan secara nasional. Secara nasional terjadi penurunan kualitas hidup," kata Akhyar.

Untuk itu, pihaknya kita akan memaksimalkan sistem penangkapan ikan dan akan membuat rumah ikan.

Sedangkan Salman Alfarisi menekankan, UU Omnibus Law yang baru disahkan menjadi salah satu penyebab menurunnya tingkat kesejahteraan masyarakat.

"Kita ketahui kalau UU Omnibuslaw ini akan sangat merugikan masyarakat, khususnya kaum buruh dan akan sulit meningkatkan kesejaheraan masyarakat," tegasnya.

Calon Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengatakan fakta bahwa industri-industri di Medan Utara yang belum menggunakan warga setempat sebagai pekerja, harus segera diubah.

Masyarakat Medan Utara, kata Bobby, harus mendapatkan manfaat dari keberadaan industri-industri skala lokal maupun nasional yang ada di daerahnya.

Baca Juga: Tiba-Tiba Amien Rais Ingin Bubarkan Partai Ummat, Lho Kenapa?

"Kita harus kembangkan pelatihan-pelatihan kerja dengan standar Badan Sertifikasi Profesi. Sehingga, masyarakat Medan Utara punya kualifikasi untuk diterima sebagai pekerja," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait