- BNI akan menutup layanan Internet Banking secara bertahap mulai tanggal 21 April 2026 demi layanan digital terintegrasi.
- Nasabah individu diimbau memindahkan transaksi ke layanan digital terbaru bernama wondr by BNI untuk berbagai kebutuhan.
- Nasabah operasional usaha harus beralih ke BNIdirect bisnis sebagai solusi digital satu atap bagi keperluan mereka.
SuaraSumut.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk akan menutup layanan Internet Banking secara bertahap. Hal ini dilakukan seiring komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan digital yang lebih terintegrasi, andal dan sesuai dengan kebutuhan nasabah,
“Bersama ini kami informasikan bahwa mulai dari 21 April 2026 akses layanan Internet Banking akan ditutup secara bertahap,” kata manajemen, dikutip dari situs BNI, Senin, 9 Maret 2026.
Sehubungan dengan hal ini, kami menghimbau Nasabah untuk memindahkan transaksi keuangan melalui Channel wondr by BNI bagi nasabah individu.
Melalui wondr by BNI, nasabah dapat menikmati pengalaman perbankan yang lebih modern dengan tiga dimensi keuangan, yaitu transaksi, insight, dan growth, yang mendukung kebutuhan transaksi harian, pengelolaan keuangan, hingga investasi.
Sedangkan nasabah yang memiliki rekening operasional usaha dapat memindahkan transaksi keuangan melalui Channel BNIdirect bisnis.
BNIdirect bisnis hadir sebagai One-Stop Digital Business Solution yang dapat mendukung operasional usaha Anda dengan kapabilitas instan transfer, otorisasi dengan single user, transaksi massal serta rekap finansial untuk memantau pemasukan dan pengeluaran bisnis dengan cepat sesuai kebutuhan Nasabah SME.
“Kami menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Anda yang terus memilih BNI sebagai mitra dalam memenuhi kebutuhan transaksi keuangan,” tulis manajemen.
Manajemen mengimbau agar para nasabah selalu waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan BNI. BNI tidak pernah meminta data pribadi seperti OTP, PIN, CVC, User ID, atau password nasabah.