alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Diabetes Intai Penyuka Makanan dengan Porsi Besar

Iwan Supriyatna Jum'at, 13 November 2020 | 07:27 WIB

Diabetes Intai Penyuka Makanan dengan Porsi Besar
Tren Mukbang atau makan dalam porsi besar dilarang di Korsel [Youtube/Stephanie Soo]

Makanan berkalori tinggi seperti nasi goreng, kwetiau, nasi uduk, atau nasi padang yang cenderung dimakan dalam porsi besar akan memicu terjadinya diabetes.

SuaraSumut.id - Makanan berkalori tinggi seperti nasi goreng, kwetiau, nasi uduk, atau nasi padang yang cenderung dimakan dalam porsi besar akan memicu terjadinya diabetes. Hal tersebut dikatakan oleh dr. Yohan Samudra, SpGK, Dokter Spesialis Gizi Primaya Hospital Tangerang.

Makanan itu juga bisa memicu penyakit metabolik lainnya seperti dislipidemia dan hipertensi.

Selain itu, makanan cepat saji (fast food) seperti burger, french fries, pasta, dan hot dog termasuk ke dalam ultra processed food yang tinggi gula, tinggi garam, dan tinggi lemak jenuh.

Ilustrasi makanan cepat saji. (Shutterstock)

Ketiga hal ini berperan dalam meningkatkan risiko obesitas dan sindrom metabolik termasuk diabetes.

“Kue dan roti juga dapat menyebabkan potensi diabetes. Campuran tepung, gula, krim, isian selai berbagai rasa, dan lapisan cokelatnya membuat kita jadi terus ingin mengonsumsinya. Tidak hanya tinggi gula, roti dan donat juga tinggi kalori,” ujar dr. Yohan Samudra, SpGK, Dokter Spesialis Gizi Primaya Hospital Tangerang.

Masyarakat juga perlu berhati-hati terhadap jajanan pasar seperti gorengan, risol, pastel, siomay, pempek, martabak, atau jenis jajanan pasar lainnya yang berbahan dasar tepung.

Ia mengatakan bahwa Jajanan pasar tersebut juga menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko terkena diabetes.

“Bahkan, camilan kemasan berupa biskuit, wafer, atau krekers pada umumnya tinggi kalori dan tinggi gula. Beberapa kukis bahkan bisa mencapai 40 kkal dengan kandungan gula hingga 3 gram perbutirnya,” ujar dr. Yohan Samudra, SpGK, Dokter Spesialis Gizi Primaya Hospital Tangerang.

Lebih jauh, ia mengatakan bahwa masyarakat perlu memahami kadar minimal kalori dalam sebuah makanan atau minuman yang baik untuk dikonsumsi.

Untuk minuman, sebaiknya masyarakat mengonsumsi minuman yang mengandung 0 kalori seperti air putih, kopi, dan teh tanpa gula (atau sekitar 100 kkal jika ditambah gula 1 sendok makan).

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait