8 Fakta Baru Pembunuhan di Sigi, Satu Keluarga Tewas

Kekinian, polisi masih melakukan pengejaran terhadap kelompok teroris tersebut.

Farah Nabilla | Chyntia Sami Bhayangkara
Minggu, 29 November 2020 | 08:28 WIB
8 Fakta Baru Pembunuhan di Sigi, Satu Keluarga Tewas
Gereja Bala Keselamatan mengecam aksi penyerangan sekelompok orang teroris Mujahid Indonesia Timur pimpinan Ali Kalora terhadap jemaatnya di Pos Pelayanan Lewonu, Palu, Sulawesi Tengah. [dokumentasi]

7. Warga Diminta Tak Terprovokasi

Pihak kepolisian meminta agar warga tidak terprovokasi dengan adanya aksi pembantaian terhadap 4 warga Desa Lemba Tongoa.

Kabid Humas Polda Sulteng Komisaris Besar Didik Suparnoto menyatakan, kelompok MIT Ali Kalora menyerang secara random atau acak, tidak benar-benar mengarah ke satu kelompok tertentu.

"Ya, namanya teroris, mereka menyerang untuk menakut-takuti. Melakukan serangan acak, antara MIT dan satu keluarga yang meninggal tidak ada hubungan atau persinggungan apa pun," kata dia.

Baca Juga:Polisi Diminta Usut Pelaku Pembakaran Gereja dan Pembunuhan di Sigi

Selain itu, tidak ada gereja yang dibakar dalam insiden penyerangan tersebut. Sebab, di desa tersebut tidak terdapat gereja.

8. Dikecam Menag Fachrul Razi

Menteri Agama Fachrul Razi mengecam serangan teroris Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Ali Kalora terhadap warga Dusun Lewonu, Desa Lembantongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Jumat (28/11).

Dalam serangan itu, gerombolan tersebut membunuh empat orang warga secara keji dan membakar tujuh rumah.

"Saya sampaikan duka mendalam kepada keluarga yang menjadi korban. Saya juga mengecam karena tindakan semacam ini tidak bisa dibenarkan atas alasan apa pun," ujar Fachrul di Jakarta, Sabtu (28/11/2020).

Baca Juga:Minta Makan Tak Dikasih, Teroris MIT Bantai 4 Orang Sekeluarga di Sigi

Fachrul menegaskan terorisme dan tindak kekerasan dalam bentuk serta alasan apa pun tidak bisa dibenarkan. Ia berharap dan percaya polisi akan segera mengungkap modus dan pelaku kejahatan ini, serta menangkap dan menindak tegas para pelakunya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak