1.352 TPS Rawan Ricuh di Pilkada Serentak Se-Sumut

Martuani menjelaskan, dari 1.352 TPS potensi rawan kericuhan, ada 1.223 TPS masuk kategori rawan dan 179 TPS katagori sangat rawan.

Suhardiman
Senin, 30 November 2020 | 16:07 WIB
1.352 TPS Rawan Ricuh di Pilkada Serentak Se-Sumut
Ilustrasi pilkada serentak 2020. [Suara.com/Eko Faizin]

"Potensi rawan dan sangat rawan kericuhan saat pilkada juga teridentifikasi di Kabupaten Humbahas. Kerawanan ini muncul karena hanya diikuti satu pasangan calon yaitu, pasangan Dosmar Banjarnahor-Oloan Paniaran Nababan. Pasangan ini melawan kotak kosong," cetusnya.

Potensi konflik saat pilkada muncul setelah adanya gerakan dari sekelompok masyarakat di daerah itu. Apalagi, ada warga yang menjadi bagian dari tim pemenangan kotak kosong.

"Mereka berupaya keras mengalahkan pasangan calon tunggal dalam pilkada. Ada posko pemenangan kotak kosong," jelasnya.

Begitu juga dengan potensi kerawanan Pilkada Kepulauan Nias. Berdasarkan hasil analisis pihak kepolisian, daerah dimaksud selalu ricuh setiap proses pilkada.

Baca Juga:Pilkada Serentak, Klaten dan Boyolali Jadi Perhatian Khusus Polda Jateng

Bahkan, konflik juga muncul saat pemilu legislatif dan pemilihan gubernur. Konflik muncul karena masyarakat mencurigai adanya kecurangan.

Guna mengantisipasi kerawanan saat pilkada, sebanyak 12.350 personel dikerahkan dalam melakukan pengamanan.

Pengamanan dilakukan secara serentak sejak September 2020 kemarin. Kekuatan yang dikerahkan itu sebesar 2/3 dari jumlah personel sebanyak 20.669 orang.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini