"Dari mulai camat sampai ke kepala lingkungan agar mengedukasi tentang Creative Hub atau pusat kreatif agar anak-anak ini berkembang dan mempunyai sisi positif untuk berkembang ke depannya," katanya.
Dukung Penegakan Hukum
Sementara itu, pasangan Akhyar Nasution-Salman Alfarisi mendukung pencegahan paham radikal melalui media sosial, dengan penegakan hukum dan kontrol konten.
Salman Alfarisi mengatakan, pasangan nomor urut 01 melihat radikalisme tidak berkaitan dengan agama, suku atau etnis tertentu.
Baca Juga:Malam Ini Debat Terakhir Pilkada Depok, Cawalkot Idris Ikuti Secara Virtual
![Akhyar Nasution-Salman Alfarisi dalam debat Pilkada Medan. [screenshot video]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/12/05/90417-akhyar-nasution-salman-alfarisi-dalam-debat-pilkada-medan-screenshot-video.jpg)
"Penggunaan media sosial atau digital harus mendapat kontrol. Dan negara kita adalah negara hukum, tentunya konsekuensi dari setiap siapa pun pelanggar hukum harus diproses sesuai aturan yang berlaku," kata Salman.
Salman mengatakan, kontrol menjadi penting sebagai otokritik jika itu ditujukan kepada pemerintah. Sehingga saling kontrol dan sinergi menjadi kunci untuk mencegah beredarnya paham radikalisme.
"Kami misalkan, jika ada kritik terhadap Akhyar-Salman, kami tidak akan melakukan kriminalisasi dan akan menerimanya dengan lapang dada sebagai otokritik," pungkasnya.
Kontributor : Muhlis
Baca Juga:Bawaslu Pastikan Pengawas TPS di Medan Bebas dari Covid-19