Ia mengatakan, kehadiran paslon AMAN di Pilkada Medan guna menciptakan suasana demokrasi yang sehat.
"Kepada tim emak-emak ini juga sangat luar biasa, kami mengucapkan banyak terimakasih sudah membantu dengan pikiran, hati, dan tenaga. Kegembiraan dan keceriaan cukup dirasakan masyarakat dalam Pilkada ini," kata Salman.
Sementara itu, tim pemenangan Akhyar-Salman menyatakan memperoleh 48 persen suara dari perhitungan yang dilakukan di tingkat TPS.
Angka tersebut diperoleh dari sebesar 47 persen partisipasi pemilih dari jumlah DPT Pilkada Medan 2020 sebanyak 1.601.001 orang.
Baca Juga:Masuk ke Ruang Isolasi Corona, KPPS Kota Semarang Ini Sempat Saling Dorong
"Hasil konsolidasi data kita sudah selesai di tingkat TPS, dan pasangan Akhyar-Salman memperoleh 48 persen dari partisipasi pemilih sebesar 47 persen," kata pelaksana tugas DPD Kota Medan, Amsal Nasution.
Amsal mengatakan, pihaknya akan terus mengawal dan memastikan hasil perolehan suara pada perhitungan di tingkat kecamatan hingga KPU.
Tuduhan Tidak Realita
Tim pemenangan Bobby-Aulia menyebut apa yang disampaikan Akhyar merupakan tuduhan yang tidak sesuai realita yang ada di masyarakat. Pasalnya, hasil yang diraih murni pilihan rakyat dari proses demokrasi.
"Pernyataan Akhyar ini tidak benar. Kita bisa lihat langsung bahwa perolehan suara Bobby-Aulia adalah pilihan rakyat Kota Medan yang menginginkan perubahan," kata Juru Bicara Bobby-Aulia, Sugiat Santoso.
Baca Juga:Datangi Pasien Covid-19, Anggota KPPS Pilkada Pemalang: Seperti Uji Nyali
Menurut Sugiat, semestinya perdebatan-perdebatan terkait Pilkada Medan yang terjadi beberapa bulan belakangan harus segara dihentikan, dan mengajak seluruh pihak untuk menyatu membangun Kota Medan.