alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Amien Rais ke Jokowi: Kalau Tidak Mau Mundur, Tolong Rekonstruksi Negara!

Farah Nabilla | Bagaskara Isdiansyah Kamis, 17 Desember 2020 | 16:45 WIB

Amien Rais ke Jokowi: Kalau Tidak Mau Mundur, Tolong Rekonstruksi Negara!
Amien Rais ajak masyarakat perhatikan kasus pembunuhan enam anggota FPI. - (YouTube/Amien Rais Official)

"Yang ketiga, jangan berat sebelah, semua ini kita digiring ke Beijing, ke negara tirai bambu itu, ya," tuturnya.

SuaraSumut.id - Politisi senior Amien Rais kembali memberikan pilihan ke Presiden Joko Widodo. Kali ini, mantan politisi  Partai Amanat Nasional (PAN) itu menawarkan agar Jokowi mundur atau merekonstruksi ulang negara.

Ia juga meminta agar Jokowi tak terus menerus membuat keputusan yang bisa memecah belah bangsa.

Hal itu disampaikan Amien dalam acara konferensi pers penyampaian sikap dan tuntutan atas perkembangan kehidupan berbangsa dan penyelenggaraan yang memperihatinkan di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Kamis (17/12/2020).

"Jadi saya cuma akan mengatakan, pertama pada pak Jokowi, saya dan teman-teman mengharapkan supaya segera selesai, tidak lagi melakukan politik yang akhirnya itu sesungguhnya memecah atau membelah bangsa kita," kata Amien.

Baca Juga: Sinovac Belum Teruji, HNW: Seharusnya Jokowi Gratiskan Vaksin Terbaik

Kemudian Amien meminta kepada Jokowi dalam pemerintahannya tidak memberikan angin segar kepada komunisme.

"Yang ketiga, jangan berat sebelah, semua ini kita digiring ke Beijing, ke negara tirai bambu itu, ya," tuturnya.

Lebih lanjut, Amien pun kemudian memberikan tawaran kepada Jokowi untuk mundur dari jabatannya saat ini.

Ia mengklaim, mantan Gubernur DKI Jakarta itu lebih baik mundur dan berkaca dari situasi negara saat ini.

"Tapi kalau tidak mundur, tolong lakukan rekonstruksi ulang ya, supaya semua kelemahan yang kita tunjukkan itu diakhiri. Kalau masih mau ini membuka lembaran baru," tandasnya.

Baca Juga: Amien Rais: Saya Mencium Kebangkitan Orba di Era Pemerintahan Jokowi

Adapun dalam acara ini turut dihadiri Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun, Muhyiddin Junaidi, Neno Warisman hingga Marwan Batubara.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait