alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Geger Bangkai Monster Laut Gajah Mina di Natuna, Tapi Raja Tak Percaya

Muhammad Taufiq Minggu, 21 Maret 2021 | 12:15 WIB

Geger Bangkai Monster Laut Gajah Mina di Natuna, Tapi Raja Tak Percaya
Penemuan monster laut di Natuna [Foto: Batamnews]

Warga Desa Kelanga, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kabupaten Natuna, dibuat geger setelah sebuah bangkai raksasa terdampar di pantai, Sabtu (20/03/2021).

SuaraSumut.id - Warga Desa Kelanga, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kabupaten Natuna, dibuat geger setelah sebuah bangkai 'monster laut' raksasa terdampar di pantai, Sabtu (20/03/2021).

Mereka mengait-ngaitkan bangkai raksasa itu sebagai hewan mitologi setempat, yakni Gajah Mina. Bangkai monster laut ini memang berukuran raksasa. Panjangnya sekitar 12 meter.

Hal ini membuat gempar warga setempat dan mengaitkan dengan Gajah Mina, hewan mitologi masyarakat Melayu yang disebut-sebut membawa malapetaka.

Bagi orang-orang tua di Kepulauan Riau, khususnya di Pulau Tujuh (Natuna, Anambas, Tambelan dan pulau sekitarnya) Gajah Mina cukup kesohor di kalangan mereka yang bekerja sebagai Nelayan.

Baca Juga: Legenda Gajah Mina, Monster Laut Setengah Gajah dan Ikan di Natuna

Gajah Mina dianggap sebagai bala atau petaka bagi setiap nelayan Pulau Tujuh sejak dulu.

"Telah terdampar gajah mina di perairan Desa Kelanga," ucap warga setempat perekam video penemuan bangkai monster tersebut, dikutip dari batamnews.co.id, jejaring media suara.com.

Terkait penemuan di perairan Pulau Sahi, Desa Kelanga itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Natuna, Raja Darmika meyakini hewan tersebut merupakan bangkai paus mati yang terbawa ke bibir pantai.

Hewan itu tersangkut di belat (lokasi tangkap ikan) milik nelayan setempat.

"Kalau gajah mina itu kan hewan mitos saja. Yang jelas kalau menurut kami itu adalah bangkai ikan paus," ucap Raja, kepada Batamnews, Minggu (21/3/2021).

Baca Juga: Geger Monster Laut Terdampar di Natuna, Panjangnya 12 Meter, Mirip Gajah

Menurutnya saat ini di Kabupaten Natuna belum ada ahli terkait fenomena terdamparnya hewan ini. Sehingga belum ada kajian scientific yang memadai.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait