Sejarah Gereja Katedral Makassar Jadi Sasaran Bom Bunuh Diri

Bangunan gereja didirikan tahun 1898 pada permulaan tahap kedua kehadiran Gereja Katolik di Makassar.

Suhardiman
Minggu, 28 Maret 2021 | 15:01 WIB
Sejarah Gereja Katedral Makassar Jadi Sasaran Bom Bunuh Diri
Gereja Katedral Makassar [Suara.com/Lorensia Clara Tambing]

Sultan mengatur dengan baik keberangkatan orang-orang Portugis. Bruder Antonio de Torres yang mengasuh sebuah sekolah kecil untuk anak laki-laki meninggalkan Makassar pada 1668.

Selama 225 tahun tidak ada pastor yang menetap di Makassar. Orang-orang Katolik yang masih ada hanya sekali-sekali dilayani dari Surabaya atau Larantuka.

Pada 1892, Pastor Aselbergs, SJ, dipindahkan dari Larantuka menjadi Pastor Stasi Makassar (7 September 1892) dan tinggal di suatu rumah mewah di Heerenweg (kini Jalan Hasanuddin).

Tahun 1895 dibelilah sebidang tanah dan rumah di Komedistraat (kini Jl. Kajaolalido), lokasi gedung gereja sekarang. Gereja dibangun pada tahun 1898 selesai 1900, direnovasi dan diperluas pada tahun 1939, selesai pada 1941 dengan bentuk seperti saat ini.

Baca Juga:6 Cara Membuat Presentasi yang Menarik

Pada 13 April 1937 wilayah Sulawesi Selatan dan Tenggara dijadikan Prefektur Apostolik Makassar oleh Sri Paus di Roma, dan dipercayakan kepada misionaris CICM, dengan Mgr. Martens sebagai prefek.

Pada 13 Mei 1948 menjadi Vikariat Apostolik Makassar, dan tanggal 3 Januari 1961 menjadi Keuskupan Agung Makassar.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini