Longsor di Areal Proyek PLTA Batang Toru, Satu Pekerja WNA China Tertimbun

Satu dari 12 orang yang hilang akibat longsor di areal Proyek PLTA Batang Toru merupakan pekerja asal China pada proyek tersebut.

Chandra Iswinarno
Jum'at, 30 April 2021 | 14:02 WIB
Longsor di Areal Proyek PLTA Batang Toru, Satu Pekerja WNA China Tertimbun
Tim gabungan mencari korban longsor di area PLTA Batang Toru. [Ist]

Dalam pencarian pagi ini, pihaknya akan menurunkan alat berat dan menyiagakan beberapa ambulans. Selain itu, pihaknya juga telah mendirikan posko penyelamatan yang berada di Camp R17 dan kendali operasi di bawah BPBD Kabupaten Tapsel.

Sebelumnya diberitakan, longsor yang terjadi di areal Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru wilayah Marancar, Tapanuli Selatan menyebabkan 3 orang meninggal dunia. Sedangkan, sembilan lainnya masih dalam pencarian.

 "Korban meninggal dunia ditemukan sekira pukul 08.30 WIB," kata Kepala Kantor SAR Medan Toto Mulyono, melalui Humas Sariman Sitorus dalam keterangannya, Jumat (30/4/2021).

Ia mengatakan, ketiga korban yang belum diketahui identitasnya dievakuasi ke rumah sakit.

Baca Juga:Longsor di Area PLTA Batang Toru, 3 Orang Tewas

"Korban dua perempuan (dewasa dan anak-anak), dan satu laki anak laki-laki," ujarnya.

Saat ini tim masih melakukan pencarian para korban yang belum ditemukan.

"Selain personil dari rescuer pos SAR Parapat, kita juga mendapat dukungan personil dari pos SAR Sibolga berjumlah 4 orang utk memaksimalkan pencarian," ujarnya.

Informasi yang diperoleh dari Camat Marancar, Supri Siregar menyebutkan, saat kejadian wilayah itu sedang dilanda hujan pada Kamis (29/4/2021) sekira pukul 18.30 WIB.

"Informasinya ada sembilan warga dari dua kepala keluarga, serta tiga karyawan Shyno Hydro (dua tenaga kerja lokal dan satu tenaga kerja asing warga negara Cina) yang menjadi korban," katanya, dilansir Antara.

Baca Juga:Walhi Tetap Menentang Proyek Pembangunan PLTA Batang Toru

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini