alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Nasib Nakes RSU Permata Bunda, Gaji Tersendat, Iuran BPJS Tak Dibayar

Suhardiman Senin, 07 Juni 2021 | 13:56 WIB

Nasib Nakes RSU Permata Bunda, Gaji Tersendat, Iuran BPJS Tak Dibayar
Aksi puluhan tenaga kesehatan di RSU Permata Bunda Medan [Suara.com/Muhlis]

pihak rumah sakit juga belum membayarkan iuran BPJS Kesehatan nakes selama 8 bulan.

SuaraSumut.id - Tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Umum (RSU) Permata Bunda Medan kembali menuntut pihak manajemen segera menyelesaikan tanggung jawabnya kepada pegawai seperti gaji, iuran BPJS dan Jamsostek.

Protes disampaikan para nakes di halaman rumah sakit di Jalan Sisingamangaraja Medan, dengan membentangkan dua spanduk tuntutan, Senin (7/6/2021). Jika permohonan itu tidak dikabulkan mereka mengancam akan mogok kerja.

"Gaji kami belum dibayarkan dari mulai April hingga Mei dan ini sudah masuk bulan Juni," kata perwakilan nakes bernama Suhendri.

Selain gaji yang masih menunggak, kata Suhendri, pihak rumah sakit juga belum membayarkan iuran BPJS Kesehatan nakes selama 8 bulan.

Baca Juga: Jelang Duel Timnas Indonesia Lawan Vietnam, Egy MV: Kami Tidak akan Ulang Kesalahan Sama

Persoalan yang sama juga terjadi pada iuran Jamsostek yang sudah 9 bulan tidak dibayarkan. Sementara iuran itu selalu diambil dari gaji para tenaga kesehatan.

"Akibat BPJS Kesehatan nunggak, kita gak bisa berobat kemana-mana. Kan kalau ada situasi urgen, gak mungkin kita ke rumah sakit ini," ujarnya.

Persoalan yang dialami hampir seluruh tenaga kesehatan itu sudah terjadi sejak pertengahan tahun lalu. Namun belum juga ada penyelesaian dari pihak manajemen.

Manajemen rumah sakit hanya menjanjikan kepada nakes akan diselesaikan. Bahkan saat Idul Fitri nakes hanya menerima THR sementara gaji tidak diberikan.

"Sejak bulan 9 tahun 2020 kami menuntut persoalan ini. Mereka (manajemen) hanya beralasan bahwa kondisi rumah sakit karena pandemi Covid-19. Alasan itu tidak masuk akal, karena gaji menunggak sudah terjadi sejak tahun 2017 lalu," ungkapnya.

Baca Juga: Waktu Pembelajaran Maksimal Dua Jam, Guru Harus Sudah Divaksin Sebelum Sekolah Tatap Muka

Keuangan jadi penyebab

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait