alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kisah Wanita Asal Dairi Berjuang untuk Anaknya yang Dinyatakan Tak Lulus PPDB

Suhardiman Senin, 28 Juni 2021 | 14:24 WIB

Kisah Wanita Asal Dairi Berjuang untuk Anaknya yang Dinyatakan Tak Lulus PPDB
Dimona Bakkara, orangtua siswa asal Kabupaten Dairi, saat mendatangi kantor Disdik Sumut. [Suara.com/Muhlis]

Ia merupakan salah satu dari orangtua calon siswa yang kecewa dengan hasil seleksi itu.

SuaraSumut.id - Sejumlah orangtua siswa terus melakukan protes atas pengumuman hasil seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online Sumut jalur prestasi.

Tak terkecuali bagi Dimona Bakkara (50), warga asal Kabupaten Dairi, Sumatera Utara (Sumut). Ia merupakan salah satu dari orangtua calon siswa yang kecewa dengan hasil seleksi itu.

Selain menilai sistem yang kerap bermasalah, hasil seleksi masuk SMA itu juga dianggap tidak adil karena ada siswa dengan nilai tinggi namun dinyatakan tidak lulus, Sebaliknya ada siswa yang mendapat nilai rendah namun lulus.

Hal itu yang dialami oleh anak Dimona bernama Elsa Simamora yang dinyatakan tidak lulus dari jalur prestasi. Padahal, nilai Elsa jauh lebih tinggi dibanding teman-temannya yang dinyatakan lulus.

Baca Juga: Dukung BEM UI Kritik Jokowi, PAN: Kampus Tempat Adu Gagasan, Bukan Pembungkaman!

"Nilai anak saya 86 itu, tapi tidak lulus. Tapi ada kawannya satu sekolah yang nilainya rendah ada yang 81, tapi lulus. Ada sekitar tiga orang kawannya dari satu sekolah nilainya di bawah anak saya yang lulus," kata Dimona, saat ditemui di kantor Dinas Pendidikan Sumut, Jalan Teuku Chik Ditiro Medan, Senin (28/6/2021).

Ia mengaku, anaknya mengikuti seleksi jalur prestasi dan memilih sekolah SMA Negeri 2 Sidikalang. Elsa mengisi lembar formulir melalui sistem pada 7 Juni dari rumah mereka di Desa Bukit Baru, Kecamatan Pegagan Hilir, Kabupaten Dairi.

Pendaftaran Elsa dinyatakan berhasil yang dibuktikan dengan adanya surat registrasi PPDB Sumut tahun 2021/2022 tertanggal 7 Juni 2021 pukul 15.56 WIB.

"Tapi waktu kami tanya ke sekolah, pihak sekolah bilang kalau nama anak saya gak ada terdaftar," jelasnya.

Berulang kali datang ke sekolah menanyakan nasib anaknya, akhirnya Dimona disarankan menanyakan langsung ke Dinas Pendidikan Sumut di Kota Medan.

Baca Juga: Permintaan Helikopter Wisata di Bali Naik di Masa Pandemi

Bersama anaknya ia berangkat ke Kota Medan yang berjarak 148 kilometer dari Kabupaten Dairi. Ia membawa bukti registrasi. Mereka menanyakan ke pihak Disdik Sumut alasan anaknya tidak lulus.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait