Pandemi Covid-19 Tak Kunjung Usai, Banyak Masyarakat Jual dan Gadaikan Emas

Banyak warga menjual barang-barang mereka untuk memenuhi kebutuhan. Emas atau perhiasan menjadi salah satu jenis barang yang sering dijual.

Suhardiman
Selasa, 27 Juli 2021 | 16:31 WIB
Pandemi Covid-19 Tak Kunjung Usai, Banyak Masyarakat Jual dan Gadaikan Emas
Ilustrasi emas (shutterstock)

SuaraSumut.id - Pandemi Covid-19 memasuki tahun kedua di Indonesia. Hal itu membuat kondisi keuangan masyarakat tertekan.  Apalagi para pedagang yang kesulitan mendapatkan pemasukan di tengah pemberlakuan PPKM Level 4.

Banyak warga menjual barang-barang mereka untuk memenuhi kebutuhan. Emas atau perhiasan menjadi salah satu jenis barang yang sering dijual.

Hal itupun dibenarkan oleh Novi yang merupakan penjual emas. Saat ini, kata Novi banyak masyarakat menjual perhiasan mereka ke Toko Emas.

"Memang sekarang banyak orang yang jual emasnya. Kalau yang beli emas ada juga tapi beberapa saja. Mereka yang beli emas orang-orang yang akan pesta," kata Novi, kepada SuaraSumut.id, Selasa (27/7/2021).

Baca Juga:Terkuak di Sidang, Alex Noerdin Disebut Terima Duit Rp2,4 M dari Masjid Raya Sriwijaya

Setiap hari, katanya pemilik toko emas harus menyiapkan banyak uang cash untuk membeli emas dari masyarakat. Bahkan, para pemilik toko emas kesulitan untuk mencari uang cash.

"Sekarang ini harus banyak pegang uang cash. Karena banyak orang yang datang jual emasnya. Rata-rata kawan-kawan yang lain mengalami itu," paparnya.

Selain menjual perhiasan emas, banyak juga masyarakat yang menggaadaikan perhiasan mereka. Hal itu diketahui berdasarkan catatan dari PT Pegadaian.

Di mana aktivitas transaksi masyarakat di PT Pegadaian Kanwil I Medan mengalami peningkatan. Tercatat, hingga Juni 2021 peningkatan transaksi sebesar 6,82 persen.

Humas Pegadaian Kanwil I Medan Gopher Manurung mengatakan, Kota Medan menjadi lumbung transaksi PT Pegadaian sejak pandemi Covid-19.

Baca Juga:Kritisi Pendekatan Keamanan, Kontras Desak Jokowi Audit Efektifitas Aparat Tangani Covid

"Sampai dengan Juni 2020 jumlah rekening aktivitas transaksi tercatat 1.026.641. Peningkatan terjadi pada 2021, dimana dari catatan kamk, sampai dengan Juni 2021, jumlah rekening aktivitas transaksi naik menjadi 1.101.760. Terdapat peningkatan 6.28 persen," kata Gopher Manurung.

"Dari 33 Kabupaten kota yang ada di Sumut, tentunya Kota Medan yang menjadi lumbung transaksi dan aktivitas nasabah Pegadaian," imbuhnya.

Emas, kata Gopher, merupakan barang yang paling banyak ditransaksikan masyarakat. Baik itu berbentuk perhiasan maupun bentuk lainnya.

"Sembilan puluh persen emas perhiasan atau dalam bentuk batangan," tukasnya.

Kontributor : Budi warsito

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini