alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Viral Pria Diduga Dianiaya di Lapas Medan, Begini Kata Kalapas

Suhardiman Sabtu, 18 September 2021 | 23:48 WIB

Viral Pria Diduga Dianiaya di Lapas Medan, Begini Kata Kalapas
Ilustrasi napi di penjara. [Shutterstock]

Pria yang merekam video juga menyebut adanya pemerasan.Mereka diminta uang Rp 30 hingga 40 juta.

SuaraSumut.id - Video yang menunjukkan seorang pria dengan tubuh diduga luka lebam beredar dan viral di media sosial (medsos).

Dalam video disebutkan peristiwa itu terjadi di Lapas  Tanjung Gusta Medan, Sumatera Utara (Sumut).

"Inilah tindakan pegawai Lapas Kelas I Medan. Kami bukan binatang, kami manusia Pak," kata pria dalam video.

Pria dalam video juga menyebut adanya pemerasan. Mereka diminta uang Rp 30 hingga 40 juta.

Baca Juga: Bayern Munich Mengamuk di Allianz Arena, Pesta Tujuh Gol ke Gawang Bochum

"Kami di deren sampai bertahun-tahun di sini masalah kecil saja. Diminta uang Rp 30 juta, Rp 40 juta, baru bisa keluar. Kalau nggak kami dipukuli seperti ini," kata pria dalam video.

Erwedi, Kepala Lapas Kelas I Tanjung Gusta Medan mengatakan, dugaan sementara video itu direkam di Lapas Kelas I Tanjung Gusta Medan. 

"Dugaan sementara video direkam di Lapas Kelas I Medan. Sampai saat ini tim kami, lapas dan kanwil sedang lakukan pendalaman, pemeriksaan dan penyelidikan sesuai perintah," katanya, saat dikonfirmasi, Sabtu (18/9/2021). 

"Kita periksa lebih lanjut terkait orang-orang siapa saja dalam video itu," ujarnya.

Ia menjelaskan, diduga video itu direkam di trap cell. Sel untuk orang-orang yang ada masalah dan beresiko tinggi. 

Baca Juga: Indihome Hadirkan Program Indonesia Keren, Dukung Seni Budaya

"Itu memang trap cell bagi orang yang berisiko tinggi, kita tempatkan di situ. Orang-orang bermasalah dan sebagainya, dianggap bisa menimbulkan gangguan keamanan," paparnya. 

Terkait dugaan kutipan yang disebut dalam video, pihak lapas akan mendalami dan memeriksa apakah benar atau tidak dilakukan oleh petugas. 

"Nanti kita lihat hasil pemeriksaannya. Jika benar dilalukan petugas kita, mau tau apa penyebabnya. Jika memang itu dilakukan petugas tentu kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut dan pasti akan diberikan hukuman dengan ketentuan yang berlaku," tukasnya.

Kontributor : Budi warsito

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait