alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kejam, Suami di Sumut Aniaya Istri hingga Babak Belur Gegara Curiga Selingkuh

Suhardiman Kamis, 23 September 2021 | 15:35 WIB

Kejam, Suami di Sumut Aniaya Istri hingga Babak Belur Gegara Curiga Selingkuh
Suami di Sumut Aniaya Istri hingga Babak Belur Gegara Curiga Selingkuh. [Ist]

Korban yang tidak terima dengan perlakuan suaminya, meminta perlindungan kepada polisi.

SuaraSumut.id - Petikan lagu legendaris "Lihatlah tanda merah di pipi, bekas gambar tanganmu" dari penyanyi kondang Betharia Sonata sepertinya persis dengan kepedihan yang dialami DWS (26).

Ibu rumah tangga (IRT) asal Tanjung Balai, Sumatera Utara ini mengalami penganiayaan. Wajahnya lebam-lebam usai dipukuli suaminya, berinisial SS alias Eman.

Korban yang tidak terima dengan perlakuan suaminya, meminta perlindungan kepada polisi. Petugas kepolisian yang mendapat laporan menangkap Eman dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

"Korban dipukuli suaminya di gerai ATM di Kota Tanjung Balai," kata Kasubbag Humas Polres Tanjung Balai Iptu Ahmad Dahlan Panjaitan, Kamis (22/9/2021) sore.

Baca Juga: 4 Dampak Buruk Membandingkan Pasangan dengan Mantan, Cepat Hentikan!

Ia mengatakan, korban dan pelaku sudah lama pisah ranjang. Pada Senin (19/7/2021) malam, pelaku mengajak istrinya untuk berjumpa di gerat ATM.

Begitu jumpa, kata Ahmad, pelaku melampiaskan kemarahannya. Ia menuduh istrinya memiliki pria idaman lain. Pertengkaran pun terjadi.

"Pelaku memukul pelapor pada bagian kepala, hidung dan bibir pelapor menggunakan kedua tangannya berkali-kali, setelah melakukan aksinya pelaku pergi melarikan diri," ungkap Ahmad.

Dari pemeriksaan, kata Ahmad, motif pelaku melakukan penganiayaan karena curiga istrinya selingkuh.

"Antara pelaku dengan korban sudah lama pisah ranjang, sehingga muncul kecurigaan pelaku (suami) kalau korban (istrinya) berselingkuh," tukasnya.

Baca Juga: Mobil Mewah Ringsek, Arthur Melo Selamat dari Kecelakaan Maut

Pelaku dipersangkakan dengan Pasal 44 Ayat (1) dari UU RI No.23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman hukuman 5 tahun kurungan penjara.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait