alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sejarah Jalan Letda Sujono dan Marahnya Jenderal Ahmad Yani

Suhardiman Senin, 27 September 2021 | 11:05 WIB

Sejarah Jalan Letda Sujono dan Marahnya Jenderal Ahmad Yani
Suasana Jalan Letda Sujono Medan, Sumatera Utara. [Suara.com/M.Aribowo]

Sebagai bentuk penghormatan, kata Azis, TNI menaikan pangkat Sujono dari Pelda menjadi Letda.

SuaraSumut.id - Jalan Letda Sujono yang menghubungkan Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, dinilai memiliki sejarah terkait pergolakan politik di tahun 1965.

Nama jalan ini diambil dari seorang tokoh pahlawan revolusi di Sumatera Utara bernama Letda Sujono. Ia merupakan seorang prajurit TNI yang menjaga Perusahaan Perkebunan Negara (PPN) Karet IX Bandar Betsy.

Sujono gugur saat mempertahankan lahan perkebunan negara dari pendudukan tiga organisasi sayap PKI, yaitu BTI, PR dan Gerwani.

"Pada saat peristiwa di Bandar Betsy, ada tiga organisasi sayap PKI menduduki perkebunan milik negara, kalau sekarang PTPN," kata sejarawan Kota Medan, Aziz kepada SuaraSumut.id, Jumat (24/9/2021).

Baca Juga: Anak Nia Daniaty Dituduh Tipu CPNS, Farhat Abbas Minta Polisi Bertindak

Aziz mengatakan, konflik pecah pada 14 Mei 1965. Saat itu Sujono masih berpangkat Pelda (Pembantu Letnan Dua). Sujono merupakan penjaga kebun, ketika tiga organisasi tiga sayap PKI menduduki perkebunan.

"Pelda Sujono sebagai penjaga mencoba melerai dan menghalangi percobaan itu. Ternyata beliau malah menjadi korban, ditangkaplah dia. Ada sumber yang mengatakan dia disiksa dulu, ada yang mengatakan dia langsung dibunuh," ujarnya.

Jenderal Ahmad Yani Marah

Kematian Pelda Sujono tersiar hingga ke Jakarta. Aziz mengatakan, Panglima Angkatan Darat (AD) Letnan Jenderal Ahmad Yani marah besar atas kejadian itu, dan meminta agar kejadian tersebut diusut tuntas.

"Bisa timbul anarki dalam negara jika kasus ini dibiarkan," katanya.

Baca Juga: Makin Memesona, Intip 7 Potret Terkini Tifani Cucu BJ Habibie

Saat menghadiri HUT Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) pada 15 Juli 1965 di Jakarta, Jenderal Ahmad Yani meluapkan kemarahannya.

Baca Juga

20:30 WIB
Berjalan Melampaui Jarak

Berjalan Melampaui Jarak

Berjalan memacu mobil melintasi segala tempat yang ada. Tak peduli berapa jarak yang telah terlewati. Melampaui jarak bermil-mil lamanya. Melampaui segala seruan cuaca.

Selengkapnya

Komentar

Berita Terkait