facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Oknum Polisi Selingkuh 16 Kali Diperiksa Propam, Begini Kata Kapolres Sibolga

Suhardiman Jum'at, 19 November 2021 | 16:00 WIB

Oknum Polisi Selingkuh 16 Kali Diperiksa Propam, Begini Kata Kapolres Sibolga
Ilustrasi selingkuh (unsplash/@elizabethtsung)

Sanksi tegas terhadapnya siap menanti.

SuaraSumut.id - Polres Sibolga mengambil langkah tegas terkait dilaporkannya oknum polisi berinisial ARL (47) yang diduga terlibat perselingkuhan.

Kekinian ARL yng diduga selingkuh 16 kali menjalani pemeriksaan di Propam Polres Sibolga. Sanksi tegas terhadapnya siap menanti.

Kapolres Sibolga AKBP Taryono Raharja mengatakan, kasus ini bermula setelah MH (47) yang merupakan istri sah ARL membuat laporan ke Satreskrim Polres Sibolga atas dugaan perselingkuhan, pada Senin (4/10/2021).

"ARL telah menikahi saksi (MH-istri) pada 15 April 2000 di Labuhanbatu dan telah dikaruniai dengan tiga orang anak belum bercerai secara dinas maupun secara hukum negara," katanya, Jumat (19/11/2021).

Baca Juga: Terduga Teroris Foto Bareng Jokowi Di Istana, BNPT: Bukti Penyamaran Mereka

Dalam laporannya, ARL disebut telah melakukan perkawinan dengan seorang perempuan berinisial WO (33), Sibolga pada Sabtu (18/9/2021).

"Setelah laporan diterima petugas melakukan upaya penyelidikan atas kasus tersebut," ujar Taryono.

Hasil sementara, kata Taryono, bahwa perkawinan yang telah dilakukan oleh ARL dengan WO tidak dilengkapi dengan akta nikah yang dikeluarkan oleh KUA.

"Di sini dijelaskan bahwa laporan/pengaduan MH telah kami terima dan saat ini masih dalam proses penyelidikan dan mengumpulkan bukti bukti kasus kawin halangan oleh penyidik," jelasnya.

Kasubbag Humas Polres Sibolga Iptu R Sormin menambahkan, ARL sudah dilakukan proses oleh Si Propam Polres Sibolga.

Baca Juga: Irigasi Pertanian Dinormalisasi, Produktivitas Pertanian di Jember Meningkat

"Karena sebagai anggota Polri telah melanggar Perkap Nomor 14 tahun 2011 pasal 11 huruf C " Setiap anggota Polri wajib menaati norma kesusilaan norma agama, norma kearifan lokal dan norma hukum," tukasnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait