Ironi Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin: Dihujat Terjerat Suap, Dipuja Warga Setempat

Tulen mengaku, bahwa Terbit Rencana telah menolong tiga orang anaknya bebas dari jerat narkoba.

Suhardiman
Kamis, 27 Januari 2022 | 11:05 WIB
Ironi Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin: Dihujat Terjerat Suap, Dipuja Warga Setempat
Rumah Terbit Rencana Perangin Angin di Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat. [Suara.com/M.Aribowo]

SuaraSumut.id - Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin menjadi sorotan publik setelah KPK menangkapnya atas dugaan suap pengadaan barang dan jasa. Kehebohan kembali terjadi saat petugas yang melakukan penggeledahan di rumahnya menemukan kerangkeng manusia.

Sontak penemuan ruang serupa tahanan ini memunculkan dugaan adanya perbudakan modern, eksploitasi manusia yang terindikasi pelanggaran HAM. Tak berhenti sampai disitu, Terbit Rencana Angin juga kedapatan memelihara satwa dilindungi, seperti 1 ekor orang utan Sumatera, 1 ekor monyet hitam sulawesi, 1 elang brontok, 2 ekor jalak Bali, dan 2 ekor beo.

Khalayak dibuat terheran-heran dengan tindak-tanduk bupati yang dianggap mengerikan, bahkan banyak yang menghujatnya. Namun hal itu kontradiktif dengan apa yang dialami oleh masyarakat sekitar kediaman Terbir Rencana di Desa Raja Tengah Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat.

Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak dan Komnas HAM mengecek kerangkeng di rumah Bupati Langkat. [dok : Polda Sumut]
Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak dan Komnas HAM mengecek kerangkeng di rumah Bupati Langkat. [dok : Polda Sumut]

Bila orang lain menghujat Terbit Rencana, masyarakat sekitar malah melontarkan pujian bak dewa kepada Terbit.

Baca Juga:Iba Dengar Jeritan Jambret yang Tubuhnya Terbakar, Warga Padamkan Api di Tubuh Pelaku

"Bagus sekali, dia (Terbit) yang menolong saya, dia lebih dari dewa, lebih dari malaikat," kata salah seorang warga sekitar, Tulen Boru Sitepu (54), kepada SuaraSumut.id, Rabu (26/1/2022).

Tulen mengaku, bahwa Terbit Rencana telah menolong tiga orang anaknya bebas dari jerat narkoba.

"Anak saya ada tiga pakai sabu, sembuh di sini," ucapnya.

Tulen menunjukkan rasa menderita teramat dalam ketika ketiga anaknya terjerumus narkoba.

"Sampai gak mau sekolah, keluarga saya tidak mampu (membantu), malah menghina," ucapnya.

Baca Juga:Datangi Lokasi, Ratusan Warga Minta Pemerintah Legalkan Kerangkeng Manusia

Di tengah situasi tanpa harapan, munculah tempat rehabilitasi di areal rumah Bupati Langkat, tanpa biaya. Dirinya memasukkan ketiga anaknya kesana untuk sembuh dari pengaruh sabu.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini