Ia menduga anaknya ini merupakan pecandu narkoba sehingga tega memperlakukan dirinya semena-mena. "Dia sehari-hari gak kerja, mungkin lah dia pakai narkoba, kalau gak gitu (narkoba), gak jahat kali sama orang tua, orang gila aja sayang sama mamaknya," ungkap Suryanti.
Korban juga membeberkan jika dirinya sudah tidak hidup di rumahnya lagi. Gali sang anak mengusirnya dari rumah.
"Saya juga pernah diusir, itu rumah saya tapi diusir dia saya udah ngalah keluar juga, tapi didatangi juga dipukul juga, macemana itu? Apa salah saya bunuh anak, geram kali aku lihatnya," tangis korban.
Saat diusir anaknya pada sekitar dua bulan lalu, ibu tua ini hanya bisa pasrah berharap kepada Tuhan. Mirisnya anak pertama korban juga tidak bisa berbuat banyak membantu korban.
"Saya gak tahu kemana, tinggal di masjid, saya diusir pelan-pelan (sama anak) gak tahu saya kemana, sampai nangis saya. Akhirnya ditunjukan tuhan kau ke Mesjid ke Mesjid lah saya," sedih korban.
Untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari korban bekerja mengumpulkan barang bekas (botot). "Saya sekarang cari botot, berapalah gaji botot, bantuin masjid," katanya.
Atas laporannya ke pihak berwajib ini, sang ibu berharap agar anaknya segera mendapatkan ganjaran.
"Harapannya dia ditangkap, kalau bisa saya bunuh dia. Harapan saya dia dihukum seberat-beratnya, aku kerja cari duit untuk dia tapi dia balasannya kayak gini," kata korban berurai air mata.
Sementara itu, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Medan AKP Madianta Ginting ketika dikonfirmasi SuaraSumut.id menegaskan akan menindaklanjuti laporan korban.
Baca Juga:365 Ribu Dosis Vaksin di Sumut Kadaluarsa Akhir Bulan Ini
"Laporannya akan kita tindaklanjuti," katanya.