SuaraSumut.id - Intensitas hujan deras telah memicu bencana banjir di sejumlah wilayah Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Atas dasar itu, upaya normalisasi sungai-sungai yang melintasi di Medan perlu segera dilakukan.
"Intensitas hujan yang tinggi di kawasan hulu kemarin menyebabkan sungai meluap. Banjir pun melanda di sejumlah kecamatan yang dilintasi sungai di Medan," kata akademisi Universitas Sumatera Utara (USU), Ivan Indrawan, Rabu (2/3/2022).
Menurut Ivan, penampang sungai sudah banyak sedimentasi, lalu sempadan sungai juga banyak terganggu di antaranya pemukiman, maka terjadi pendangkalan dan penyempitan badan sungai.
Atas dasar itu, sebutnya, normalisasi sungai di Kota Medan merupakan suatu keharusan yang dilakukan untuk mengembalikan penampang dan alur sungai demi mengantisipasi banjir kiriman.
Baca Juga:Wali Kota Medan Bobby Nasution Harap Pengoperasian Terminal Amplas Dapat Atasi Kemacetan
"Bisa dalam bentuk pengerukan dasar sungai karena sedimentasi, dan bisa juga memperlebar badan sungai untuk menambah kapasitas daya tampung terhadap debit banjir," terang Ivan.
Hujan yang turun di hulu sungai di Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Karo pada Minggu (27/2/2022) hingga Senin (28/2/2022), berakibat 12 kecamatan di Kota Medan dilanda banjir akibat luapan sungai di hilir.
Camat Medan Labuhan, Indra Utama, mengaku ada tiga kelurahan yang terendam banjir akibat luapan Sungai Deli, yakni Besar, Martubung, dan Pekan Labuhan.
"Dari tiga kelurahan itu ada 14 lingkungan dan 2.586 rumah dan semuanya itu dilintasi Sungai Deli," kata dia.
Pihaknya membenarkan permasalahan utama banjir di kecamatan ini akibat Sungai Deli mengalami pendangkalan, sedangkan wilayah ini tidak memiliki saluran pembuangan air, selain ke sungai tersebut.
Baca Juga:Pemprov DKI Pastikan Normalisasi Ciliwung Terus Berjalan, Prioritas di 7 Kelurahan, Ini Lokasinya
"Jika Sungai Deli masih tinggi, air tidak dapat dibuang. Kami hanya menunggu air di sungai surut, baru banjir di Medan Labuhan dapat teratasi," terangnya. (Antara)