Waspada Banjir, Akademisi Desak Normalisasi Sungai-sungai di Kota Medan

Intensitas hujan deras telah memicu bencana banjir di sejumlah wilayah Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Riki Chandra
Rabu, 02 Maret 2022 | 17:55 WIB
Waspada Banjir, Akademisi Desak Normalisasi Sungai-sungai di Kota Medan
Petugas mengevakuasi korban terdampak banjir di Medan, Senin (28/2/2022). [Dok.Antara]

SuaraSumut.id - Intensitas hujan deras telah memicu bencana banjir di sejumlah wilayah Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Atas dasar itu, upaya normalisasi sungai-sungai yang melintasi di Medan perlu segera dilakukan.

"Intensitas hujan yang tinggi di kawasan hulu kemarin menyebabkan sungai meluap. Banjir pun melanda di sejumlah kecamatan yang dilintasi sungai di Medan," kata akademisi Universitas Sumatera Utara (USU), Ivan Indrawan, Rabu (2/3/2022).

Menurut Ivan, penampang sungai sudah banyak sedimentasi, lalu sempadan sungai juga banyak terganggu di antaranya pemukiman, maka terjadi pendangkalan dan penyempitan badan sungai.

Atas dasar itu, sebutnya, normalisasi sungai di Kota Medan merupakan suatu keharusan yang dilakukan untuk mengembalikan penampang dan alur sungai demi mengantisipasi banjir kiriman.

Baca Juga:Wali Kota Medan Bobby Nasution Harap Pengoperasian Terminal Amplas Dapat Atasi Kemacetan

"Bisa dalam bentuk pengerukan dasar sungai karena sedimentasi, dan bisa juga memperlebar badan sungai untuk menambah kapasitas daya tampung terhadap debit banjir," terang Ivan.

Hujan yang turun di hulu sungai di Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Karo pada Minggu (27/2/2022) hingga Senin (28/2/2022), berakibat 12 kecamatan di Kota Medan dilanda banjir akibat luapan sungai di hilir.

Camat Medan Labuhan, Indra Utama, mengaku ada tiga kelurahan yang terendam banjir akibat luapan Sungai Deli, yakni Besar, Martubung, dan Pekan Labuhan.

"Dari tiga kelurahan itu ada 14 lingkungan dan 2.586 rumah dan semuanya itu dilintasi Sungai Deli," kata dia.

Pihaknya membenarkan permasalahan utama banjir di kecamatan ini akibat Sungai Deli mengalami pendangkalan, sedangkan wilayah ini tidak memiliki saluran pembuangan air, selain ke sungai tersebut.

Baca Juga:Pemprov DKI Pastikan Normalisasi Ciliwung Terus Berjalan, Prioritas di 7 Kelurahan, Ini Lokasinya

"Jika Sungai Deli masih tinggi, air tidak dapat dibuang. Kami hanya menunggu air di sungai surut, baru banjir di Medan Labuhan dapat teratasi," terangnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini