facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

KAI Layani 82.029 Pelanggan Selama Masa Angkutan Lebaran 2022

Suhardiman Selasa, 17 Mei 2022 | 17:56 WIB

KAI Layani 82.029 Pelanggan Selama Masa Angkutan Lebaran 2022
Penumpang kereta api di Stasiun Medan. [Ist]

Jumlah ini mencapai 162 persen jika dibandingkan dengan program yang telah ditetapkan sebanyak 97.755 pelanggan.

SuaraSumut.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat telah melayani 82.029 pelanggan kereta api jarak jauh dengan okupansi 64 persen dari total kapasitas selama Lebaran 2022.

Jika ditotal dengan perjalanan kereta api lokal sebanyak 76.350 pelanggan, maka pada angkutan Lebaran 2022 KAI melayani total 158.379 pelanggan.

Jumlah ini mencapai 162 persen jika dibandingkan dengan program yang telah ditetapkan sebanyak 97.755 pelanggan.

Jumlah itu juga mencapai 52 persen jika dibandingkan dengan total pelanggan pada Angkutan Lebaran sebelum pandemi, yaitu 2019 sebanyak 304.583 pelanggan

Baca Juga: Penting! Diskusikan 5 Hal Ini Bersama Pasangan Sebelum Merencanakan Kehamilan

Vice President PT KAI (Persero) Divre I Sumut Yuskal Setiawan mengatakan, selama angkutan Lebaran 2022, KAI mengoperasikan total 240 jarak jauh atau rata-rata 10 KA per hari.

"Banyaknya pelanggan pada Angkutan Lebaran 2022 ini merupakan capaian yang luar biasa. Angka ini juga sudah mendekati pencapaian volume pelanggan di tahun 2019, sehingga kita mempunyai optimisme untuk mengoptimalkan pelayanan di tahun 2022," katanya.

Pada penyelenggaraan angkutan Lebaran ini, pihaknya tetap konsisten menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.

"Pelanggan yang tidak melengkapi persyaratan akan ditolak untuk berangkat dan dipersilakan untuk membatalkan tiketnya," ujarnya.

Selama periode angkutan Lebaran, sebanyak 29 pelanggan dibatalkan keberangkatannya karena belum divaksin, sakit, reaktif, dan tidak melengkapi persyaratan.

Baca Juga: 5 Potret Marshel Widianto di Italia, Dukung AC Milan ScudettoTahun Ini

"KAI melayani 864 peserta telah mendapat vaksin dan 9.261 peserta melakukan rapid test antigen. Program ini tidak hanya diperuntukkan bagi pelanggan namun juga bagi masyarakat luas," jelasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait