facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Heboh Aksi Nekat Emak-emak Berhijab saat CFD: Tolong Anakku Butuh Ganja Medis

Suhardiman Minggu, 26 Juni 2022 | 15:35 WIB

Heboh Aksi Nekat Emak-emak Berhijab saat CFD: Tolong Anakku Butuh Ganja Medis
Aksi nekat emak-emak berhijab saat CFD meminta tolong anaknya butuh ganja medis. [Twitter]

Unggahan foto itu mendapatkan beragam komentar dari warganet.

SuaraSumut.id - Sebuah foto seorang emak-emak kedapatan membawa poster berisi kata-kata yang menohok viral di media sosial

Dalam foto disebut emak-emak itu meminta pertolongan ganja untuk keperluan medis anaknya. Adapun tulisan di poster yang dibawa, yakni: "Tolong, Anakku Butuh Ganja Medis."

Dalam foto yang diunggah akun Twitter andiennaisyah, aksi Ibu pembawa poster itu terjadi di kawasan Car Free Day, Jakarta, Minggu (26/6/2022).

Pemilik akun mengaku sempat kaget lantaran isi poster yang dibawa wanita itu. Tampak dalam foto, ada pula seorang anak yang dibawa dalam kereta bayi yang disebut sebagai anak ibu tersebut.

Baca Juga: Ingin Perkuat Kemitraan Militer dengan Uni Emirat Arab, Panglima TNI: Saya Sangat Serius

"Tadi di CFD, ketemu seorang ibu yang lagi bareng anaknya (sepertinya ABK) bawa poster yang menurutku berani banget. Pas aku deketin beliau nangis.." @andiennaisyah dilihat Sumut.Suara.id, Minggu (26/6/2022).

Pemilik akun mengaku sempat berkenalan dengan ibu pembawa poster. Alasan wanit bernama Santi itu meminta pertolongan agar anaknya yang mengidap Cerebral Palsy bisa diobati dengan cara terapi biji ganja.

"Ternyata namanya Ibu Santi. Anaknya, Pika, mengidap Cerebral Palsy. Kondisi kelainan otak yg sulit diobati, dan treatment yang paling efektifnya pake terapi minyak biji ganja/CBD oil," katanya.

Unggahan foto itu mendapatkan beragam komentar dari warganet.

Banyak warganet kagum dengan sang ibu yang meminta penyakit anaknya agar ditangani dengan metode ganja medis.

Baca Juga: Dituntut Hukum, Media Penyebar Isu Kasus Bully Nam Joo Hyuk Tak Mau Damai

Ada yang berkomentar jika ganja medis belum bisa diterapkan di Indonesia. Karena keperluan ganja untuk medis masih dianggap ilegal.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait