Dia mengakui, perjuangan menuntut ilmu itu harus dilakukan meskipun jaraknya yang sangat jauh. Kadang kata dia, orang tua juga merasa kasihan atas perjuangan anak-anak mereka.
Bagaimana tidak, kata dia, jangankan anak-anak, orang tua juga tidak sanggup melaluinya apalagi itu tiap hari, konon lagi anak-anak.
"Di sini tidak ada sekolah. Ini harus kami lakukan, mau gimana lagi pak? ," ungkapnya.
Dengan kondisi itu, dia berharap kepada pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Madina, HM Ja'far Nasution agar melakukan upaya dalam meringankan beban yang dirasakan oleh warga yang bermukim di tor Pulo itu yakni dengan mendirikan sekolah filial di dusun Lubuk Sihim.
Baca Juga:Pacar Lucinta Luna Oppa Korea Tapi Pengangguran: Yang Penting Ganteng, Tinggi
"Pendirian gedung sekolah filial sangat kami harapkan. Kasihan pak anak sekolah itu. Setidaknya anak sekolah kelas, 1,2,3 bisa sekolah disini. Kami orang tua saja tidak kuat, apalagi anak-anak," katanya dengan penuh harap.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat ini ada sekitar 50 Kepala Keluarga (KK) warga suku Nias yang bermukim di perbukitan Tor Pulo.
Plt Kepala Desa Muara Batang Angkola, Abdul Rohman mengatakan, jika warga yang bermukim diperbukitan itu berkepala desa ke Muara Batang Angkola, Desa Hutagodang Muda dan Tangga Bosi. (Antara)