Letnan Jenderal TNI Jamin Ginting lahir di Karo pada 12 Januari 1921 silam. Ia merupakan tokoh dari Sumut, pejuang kemerdekaan yang menentang pemerintahan Hindia Belanda. Beliau wafat tanggal 23 Oktober 1974 di Ottawa, Kanada.
Nama Letnan Jenderal Jamin Ginting diabadikan menjadi nama ruas jalan sepanjang 80 kilometer yang membentang dari Kota Medan hingga Kabupaten Karo.
Pemkot Medan juga mendirikan patung Letnan Jenderal Jamin Ginting yang diresmikan pada 28 Juni 2022 oleh Wali Kota Medan, Bobby Nasution. Patung Letnan Jenderal Jamin Ginting untuk menandai kilometer nol Jalan Jamin Ginting di Medan.
3. Kiras Bangun
Baca Juga:Meluncur di GIIAS 2023, Berikut Harga, Spesifikasi dan Fitur Hyundai STARGAZER X
Kiras Bangun alias Garamata, lahir di Kampung Batu Karang, Karo, pada tahun 1852 silam. Semasa hidupnya, beliau menggalang kekuatan lintas agama di Sumut dan Karo untuk menentang penjajahan Belanda. Kiras berhasil mengumpulkan kurang lebih 3000 pasukan.
Kiras Bangun wafat pada tanggal 22 Oktober 1942 dan dimakamkan di Desa Batukarang, Payung, Kabupaten Karo. Beliau Bangun dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 9 November 2005.
4. AH Nasution
Jenderal Besar TNI Abdul Haris Nasution lahir di Kotanopan, Sumut pada 3 Desember 1918. Beliau awalnya menjadi anggota Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL), tetapi setelah invasi Jepang, ia bergabung dengan Pembela Tanah Air (PETA).
Setelah proklamasi kemerdekaan, ia mendaftar di angkatan bersenjata Indonesia yang masih muda, dan bertempur selama Revolusi Nasional Indonesia. Pada tahun 1965, percobaan kudeta terjadi, kemudian secara resmi disalahkan pada Partai Komunis Indonesia (PKI).
Baca Juga:3 Alasan Aji Santoso Bakal Sukses di Persikabo 1973
Rumah Nasution diserang, dan putrinya terbunuh, tetapi dia berhasil melarikan diri dengan memanjat tembok dan bersembunyi di kediaman duta besar Irak. AH Nasution wafat di Jakarta, 6 September 2000. Selain mendapat penghargaan sebagai Pahlawan Nasional, nama AH Nasution juga diabadikan sebagai nama jalan di Medan.